Connect with us

PERISTIWA

Kemenag Dorong Kesadaran Ekologis Melalui Kurikulum Cinta

Kemenag mengembangkan Kurikulum Cinta guna membangun kesadaran ekologis pada siswa dengan pendekatan ekoteologi.

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Agama (Kemenag) menginisiasi sebuah kurikulum baru bernuansa ekoteologi bernama Kurikulum Cinta, bertujuan menumbuhkan kesadaran merawat lingkungan sejak dini pada para siswa. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, pengembangan kurikulum ini dirancang dalam setahun terakhir untuk membangun interaksi harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam.

Dalam acara “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan hasil evaluasi penerapan kurikulum menunjukkan dampak positif dengan ratusan pengawas madrasah dan pondok pesantren terlibat. “Kini muncul kesadaran baru di kalangan pelajar untuk memperlakukan makhluk hidup lain dengan penuh kasih sayang,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag memberikan contoh, siswa sekolah dasar yang enggan membunuh nyamuk karena merasa kasihan, serta anak-anak yang dengan sukarela merawat hewan peliharaan tetangga. “Muncullah sebuah kesadaran ‘Tat Tvam Asi’ dalam agama Hindu-Buddha, yakni ‘Engkau adalah aku, aku adalah engkau’. Bukan hanya antarmanusia, tetapi juga kepada tumbuh-tumbuhan dan binatang,” ujar Menag Nasaruddin di depan 650 peserta dari seluruh Indonesia.

Pendekatan ini, lanjut Menag, bertujuan mengubah cara pandang generasi muda agar melihat alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan mitra dalam kehidupan. Langkah ini juga mendukung gagasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk keberlanjutan ekosistem bumi bagi kesejahteraan umat manusia.

Kemajuan sains dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menurut Menag, semakin menguatkan pandangan kearifan lokal dalam memperlakukan alam. “AI juga membuktikan bahwa tumbuh-tumbuhan itu semuanya bersuara,” tegasnya, menambahkan bahwa suara dedaunan bisa bertasbih berdasarkan kajian AI. “Jadi mari kita kembali bersahabat dengan alam. Jangan menjadikan alam itu hanya sebagai objek, tapi jadikan sebagai partner dalam mendukung kesejahteraan hidup kita bersama,” ajak Menag.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.