Connect with us

PERISTIWA

Krisis Perumahan Memburuk, Warga Spanyol Gelar Demo Besar-besaran

Krisis perumahan yang memburuk memicu demonstrasi besar-besaran di Spanyol setelah parlemen menolak dekret perlindungan penyewa.

Published

on

PANTAU24.com – Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota di Spanyol pada Sabtu (3/10/2026) setelah parlemen menolak dua dekret pemerintah yang dirancang untuk memperkuat perlindungan bagi penyewa. Aksi protes ini diikuti oleh ribuan warga, dengan jumlah peserta di Madrid diperkirakan oleh penyelenggara mencapai 500.000 orang, namun pihak berwenang mencatat sekitar 70.000 orang.

Di pusat ibu kota, aktivis telah berkemah selama sekitar satu minggu di Puerta del Sol, sebuah alun-alun wisata utama. Para peserta tampak membawa poster dan spanduk bertuliskan “Pemogokan umum” serta meneriakkan slogan-slogan seperti “Gulingkan sistem rente perumahan”.

Serikat Penyewa yang mengoordinasi aksi unjuk rasa tersebut menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa terdapat “kesenjangan yang tak dapat diperbaiki antara apa yang diinginkan rakyat dan apa yang dipilih oleh partai-partai politik.” Unjuk rasa yang berlangsung damai ini diawasi ketat oleh polisi.

Presiden konfederasi pengusaha CEOE, Antonio Garamendi, menyatakan bahwa meskipun ia menghormati hak untuk berdemonstrasi, ia akan mengambil langkah tegas jika seruan untuk pemogokan umum diteruskan. Garamendi menegaskan bahwa pemogokan semacam itu dianggap “ilegal” di bawah hukum.

Krisis perumahan di Spanyol telah menjadi isu utama seiring dengan meningkatnya biaya sewa dan berkurangnya perlindungan bagi penyewa, menambah ketidakpuasan warga terhadap pemerintah.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.