PERISTIWA
Swedia Menghadapi Kebangkitan Sayap Kiri dalam Pemilu Nasional
Jelang pemilu, dukungan partai kiri-tengah Swedia meningkat meski sayap kanan tetap kuat.
PANTAU24.com – Swedia akan melaksanakan pemilu nasional pada Minggu mendatang. Dalam suasana politik yang semakin stabil, partai-partai politik kiri-tengah mulai mendapatkan kembali dukungan yang signifikan. Meskipun demikian, kekuatan kubu kanan tetap menjadi faktor penting dalam kontestasi politik Swedia.
Kondisi Swedia saat ini relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Menurut The New York Times, kasus kekerasan bersenjata yang sebelumnya meningkat drastis mulai menunjukkan penurunan. Sejumlah perusahaan besar seperti Volvo, IKEA, dan Spotify masih menjadi pemain utama dalam perekonomian global, memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Swedia. Selain itu, negara ini mencatat jumlah miliarder yang relatif tinggi dibandingkan negara-negara dengan ukuran ekonomi dan populasi serupa.
Pemilu mendatang digelar di tengah kondisi umum negara yang dianggap cukup baik. Meski kelihatannya pemerintah petahana berhaluan kanan-tengah dapat kembali berkuasa dengan mudah, isu-isu politik yang menjadi perhatian utama pemilih telah bergeser, memberikan keuntungan bagi partai-partai kiri-tengah. Fenomena ini bertentangan dengan tren umum di Eropa, di mana koalisi kiri-tengah menunjukkan keunggulan tipis dalam jajak pendapat terbaru.
Skandinavia, termasuk Swedia dan Denmark, sering kali menjadi pelopor tren sosial. Ketika isu-isu hangat seperti migrasi mereda, perhatian pemilih bergeser, dan ini memungkinkan peningkatan dukungan bagi partai kiri-tengah. Namun, kelompok politik sayap kanan di Swedia tetap memiliki pengaruh yang kuat. Mereka berpotensi mendapatkan porsi kekuasaan jika koalisi kanan berhasil mempertahankan pemerintahan dengan kemenangan tipis.
Partai Demokrat Sosial, partai kiri-tengah terkemuka di Swedia, memimpin dalam jajak pendapat dengan perolehan suara 27 persen. Bersama sekutu-sekutunya, kubu kiri diprediksi akan meraih 51 persen suara. Di sisi lain, Partai Demokrat Swedia, yang memiliki sejarah akar neo-Nazi, tetap menjadi salah satu kekuatan politik terbesar dengan dukungan 19 persen dalam jajak pendapat. Meskipun sekutu-sekutu mereka yang berhaluan lebih moderat mulai kehilangan momentum, popularitas Partai Demokrat Swedia masih relatif stabil.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login