PERISTIWA
OMC dan Operasi Darat Efektif Atasi Karhutla, Ungkap BNPB
BNPB optimalkan OMC dan operasi darat dalam penanganan karhutla di enam provinsi utama.
PANTAU24.com – Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) dan operasi darat dinilai paling efektif dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Keenam provinsi tersebut adalah Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Suharyanto menjelaskan bahwa operasi pemadaman dilakukan dengan mengombinasikan OMC, operasi darat, dan operasi udara. “Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Water bombing memadamkan kepala api, lalu pasukan darat masuk membasahi lahan. Tanpa water bombing, pasukan darat juga berisiko,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, Sabtu (12/9).
Ia menambahkan bahwa dari ketiga metode ini, OMC dianggap paling efektif karena mampu memadamkan wilayah yang luas melalui hujan buatan. Operasi darat menempati peringkat kedua karena efektif untuk memadamkan api bawah tanah di lahan gambut, sementara water bombing berada di urutan ketiga karena kapasitas angkut airnya terbatas, yaitu sekitar 4 ton per sorti. “Lahan gambut tidak cukup disiram sekali dua kali. Butuh pembasahan sampai kedalaman, sampai tanahnya berubah seperti bubur. Kami punya alat suntik gambut,” katanya.
Suharyanto menuturkan, data per 8 September 2026 menunjukkan bahwa total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 76.922,3 hektare, dengan 72.009,10 hektare adalah lahan gambut. Dari lahan gambut tersebut, 939,45 hektare masih dipadamkan secara intensif. “Hotspot adalah titik panas. Fire spot adalah titik kebakaran yang betul-betul ditemukan di lapangan. Fire spot inilah yang kami padamkan,” katanya.
Di Riau, total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 19.000 hektare per 10 September 2026, dengan masih ada 326 hektare yang harus dipadamkan. Sementara di Kalimantan Tengah, data menunjukkan total lahan terbakar sebanyak 7.634,46 hektare dengan 90 fire spot yang memerlukan penanganan. Sedangkan di Kalimantan Selatan, kawasan yang masih terbakar berjumlah sekitar 36,18 hektare.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login