Connect with us

PERISTIWA

CTARSA Foundation Dukung Penanggulangan Karhutla di Kalteng

CTARSA Foundation membagikan 8.000 masker dan lakukan pemeriksaan kesehatan untuk dukung satgas karhutla di Kalteng.

Published

on

PANTAU24.com – CTARSA Foundation berkolaborasi dengan Kodam XXII Tambun Bungai untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini meliputi pembagian ribuan masker serta pemeriksaan kesehatan bagi relawan Satgas Karhutla. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas tantangan besar yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran di lapangan.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah yang mencakup area gambut memberikan kesulitan tersendiri bagi ratusan personel TNI yang bekerja bergantian selama 24 jam. Rintangan yang dihadapi antara lain adalah kondisi medan yang sukar dan asap tebal yang mengepung.

CTARSA Foundation, bersama Kodam XXII Tambun Bungai, secara khusus menyerahkan 8.000 masker sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anggota satgas. Langkah ini diharapkan dapat melindungi mereka dari dampak paparan asap selama menjalankan tugas di lapangan. Bantuan tersebut diterima di pos Tabat Kalsa, yang terletak di kawasan Masjid Al Qadar, Sebaru, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya pada Jumat (11/09).

“Posko satgas karhutla Kodam XXII ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional petugas, yang terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Kapendam Kodam XXII Tambun Bungai, Dodo Sahata, seraya menjelaskan bahwa posko juga dilengkapi dengan fasilitas dapur umum, tenda, dan masjid untuk memenuhi kebutuhan harian para personel.

Andra Lesmana, Head of Corporate Communication CTARSA Foundation, yang hadir di lokasi, menyatakan bahwa dukungan dari CTARSA Foundation merupakan bentuk konkret kepedulian terhadap penanggulangan karhutla. “Setelah menyaksikan langsung, begitu sulitnya proses pemadaman api dan asap di lokasi kebakaran hutan, karena yang terbakar merupakan lahan gambut,” ungkapnya. Dia berharap semakin banyak pihak yang mau berperan dalam upaya ini sehingga Kalimantan sebagai paru-paru dunia dapat segera pulih.

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

Fakta menarik dan bermanfaat
⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.