Connect with us

PERISTIWA

Amerika Serikat Potensi Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

Amerika Serikat berpotensi menguasai 65 miliar barel minyak Venezuela untuk memperkuat cadangan strategis dan menekan pengaruh Rusia dan China.

Published

on

PANTAU24.com – Langkah Amerika Serikat untuk berpotensi menguasai 65 miliar barel minyak Venezuela mendapat sorotan. Berdasarkan informasi dari Gedung Putih, AS tengah menjajaki kesepakatan pengelolaan cadangan minyak mentah Venezuela bersama North American Blue Energy Partners (NABEP), yang dapat berlangsung selama 100 tahun. Kesepakatan ini melibatkan 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti yang sangat besar.

Kesepakatan ini bertujuan memperkuat cadangan minyak strategis AS atau Strategic Petroleum Reserve (SPR). Di samping itu, juga merupakan strategi untuk mengurangi pengaruh perusahaan energi Rusia dan China di kawasan tersebut. Struktur perjanjian ini memberikan keuntungan ekonomi signifikan bagi AS. NABEP menyerahkan 35 persen kepemilikan saham di perusahaan induknya kepada US Office of Strategic Capital, yang diharapkan mampu memberikan dividen hingga ratusan miliar dolar.

Departemen Luar Negeri AS mengamankan hak membeli 20 persen produksi seluruh ladang NABEP dengan harga setara biaya produksi, disertai hak pembelian pertama atas 80 persen produksi lainnya. Bagi Venezuela, keberadaan NABEP diharapkan membawa investasi swasta dari AS sebesar USD 100 miliar untuk pengembangan infrastruktur minyak baru. NABEP diperkirakan akan menyetor royalti dan pajak senilai USD 200 miliar dalam 25 tahun pertama operasional. Pemerintah AS juga memastikan adanya pengawasan agar aliran dana pajak dan royalti untuk kesejahteraan rakyat Venezuela.

Pada ranah domestik Indonesia, eks Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo baru-baru ini memberikan pernyataan setelah mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir. Perry mengucapkan selamat kepada Destry Damayanti yang ditunjuk sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Selain itu, Perry menyambut baik penunjukan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

Perry berharap Dewan Gubernur baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. “Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut,” ungkap Perry.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.