Connect with us

PERISTIWA

Indonesia Hadapi Jeratan Middle Income Trap dan Dampak El Nino

Indonesia terjebak middle income trap selama 33 tahun dan El Nino mempengaruhi 30 ribu hektare lahan pertanian.

Published

on

PANTAU24.com – Indonesia selama 33 tahun masih terjebak dalam kondisi ‘middle income trap’, dan pada saat yang sama, sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian terdampak fenomena El Nino. Hal ini menjadi sorotan pada Kamis (27/8), mengingat pentingnya kedua masalah ini bagi stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan, sejak keluar dari kategori berpendapatan rendah pada 1993, Indonesia terus berupaya mencapai status negara berpenghasilan tinggi. Meski memliki fondasi ekonomi yang kuat, perjalanan pembangunan menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi 1998 dan pandemi COVID-19.

Untuk mengatasi ini, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 disiapkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi merealisasikan target Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2029. Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6 persen pada 2027. Pertumbuhan ini didukung oleh prospek ekonomi global yang membaik dan peningkatan aliran modal masuk.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian terkena dampak El Nino. Meski demikian, skala dampaknya diklaim relatif kecil mengingat total luas tanam nasional adalah 11 juta hektare. Kementerian Pertanian mengantisipasi risiko kekeringan dengan program irigasi, embung, dan penyediaan benih tahan kekeringan.

Optimisme terhadap ketahanan pangan nasional terus ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menyebutkan bahwa target swasembada pangan kini tercapai lebih cepat dari jadwal, menunjukkan efektivitas kebijakan dan kerja keras lintas sektor di tengah potensi krisis pangan global.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.