Connect with us

PERISTIWA

1.300 Dapur MBG Ditutup, Standar Keselamatan Pangan Disorot

BGN menutup 1.300 dapur MBG terkait standar keselamatan pangan. Upaya meningkatkan pengawasan dilakukan dengan penyediaan test kit kimiawi.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup sebanyak 1.300 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan. Penutupan ini disampaikan oleh Kepala BGN, Sudaryono, yang menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kualitas pangan dan kesehatan masyarakat.

“Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,” ujar Sudaryono dalam pernyataannya melalui Antara, Selasa (18/8/2026).

Tindakan ini adalah bagian dari evaluasi yang dilakukan setelah terjadi kasus keracunan di Berastagi. Sudaryono menekankan bahwa pengawasan dengan metode uji organoleptik seperti tes bau dan rasa saja belum cukup. Oleh karena itu, BGN berencana menyediakan test kit kimiawi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendeteksi racun dan pembusukan makanan.

Metode penggunaan test kit ini diadopsi dari pengalaman SPPG yang dikelola Bhayangkari Polri, yang tidak mengalami kasus keracunan. Selain itu, BGN juga akan memberlakukan tindakan tegas terhadap personel yang tidak mampu memenuhi standar kerja. “Dan bagi personel-personel yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegasnya.

Sementara itu, evaluasi sedang berlangsung terkait insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG. BGN menekankan pentingnya melindungi kemitraan dengan SPPG lain yang beroperasi sesuai standar.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.