Bolmong
Bupati Yusra Serap Aspirasi Petani, Siapkan Kredit Murah
PANTAU24.COM – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, melakukan kunjungan kerja ke tiga kecamatan sekaligus untuk bertemu dan berdialog langsung dengan para petani, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Poigar, Bolaang Timur, dan Kecamatan Bolaang.
Dialog yang melibatkan perwakilan petani dari berbagai desa itu digelar di Kantor Camat Poigar, Kantor Camat Bolaang Timur, serta Balai Desa Langagon. Dalam pertemuan tersebut, Yusra mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Menurut Yusra, pertanian menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah karena sebagian besar masyarakat Bolmong menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Mayoritas masyarakat kita bekerja sebagai petani. Karena itu pemerintah harus hadir di tengah mereka untuk mengetahui secara langsung kebutuhan yang ada,” ujar Yusra.
Ia menjelaskan, sekitar 68 persen penduduk Bolmong bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Atas dasar itu, pemerintah daerah menggelar dialog serupa di seluruh kecamatan agar dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat di lapangan.
Bupati menegaskan dirinya tidak ingin hanya mengandalkan laporan administratif. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Dalam sesi dialog, sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari kebutuhan jaringan irigasi, ketersediaan pupuk, akses jalan perkebunan, hingga sarana penunjang produksi pertanian lainnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yusra memaparkan sejumlah program yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah penyediaan akses permodalan bagi petani melalui kerja sama dengan sektor perbankan.
Ia mengatakan, selama ini banyak petani kesulitan memperoleh modal usaha sehingga terpaksa memanfaatkan pinjaman dengan bunga tinggi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bolmong akan berperan sebagai penjamin agar petani dapat mengakses kredit berbunga rendah dengan proses yang lebih mudah.
“Kami ingin petani mendapatkan akses modal yang ringan dan terjangkau. Pemerintah daerah akan membantu menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.
Skema awal yang sedang disusun, lanjut Yusra, berupa pinjaman sekitar Rp5 juta bagi petani yang memiliki lahan rata-rata setengah hektare. Dana itu diharapkan mampu membantu kebutuhan dasar selama musim tanam.
Ia menambahkan, pengembalian pinjaman nantinya dilakukan setelah masa panen dengan tambahan biaya yang relatif kecil serta tanpa persyaratan agunan yang memberatkan.
Selain permodalan, pemerintah daerah juga berencana menekan biaya penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama traktor yang selama ini dinilai cukup membebani petani.
Saat ini biaya sewa traktor berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Ke depan, pemerintah menargetkan tarif tersebut dapat ditekan menjadi sekitar Rp600 ribu hingga Rp850 ribu.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Bolmong menargetkan penambahan sedikitnya 10 unit traktor setiap tahun. Pengadaan alsintan itu akan dibiayai melalui penghematan sejumlah pos belanja daerah.
Yusra mengungkapkan, pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas berbagai pengeluaran yang dianggap tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, belanja seragam, konsumsi kegiatan, hingga pengadaan kendaraan dinas baru.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur.
Selain itu, Pemkab Bolmong juga mulai menggagas program “listrik masuk sawah” guna mendukung sistem irigasi berbasis pompa listrik. Program ini dinilai lebih hemat dibanding penggunaan pompa berbahan bakar minyak.
Yusra menyebut penggunaan listrik untuk kebutuhan irigasi telah terbukti mampu menekan biaya operasional petani di sejumlah daerah lain.

“Kalau selama ini ada program listrik masuk desa, sekarang kita ingin menghadirkan listrik hingga ke area persawahan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada sektor pertanian, pemerintah daerah juga berencana memasang sekitar 5.640 titik lampu penerangan jalan yang akan tersebar di 200 desa dan dua kelurahan di wilayah Bolmong. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari.
Meski kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan akibat pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, Yusra menegaskan komitmennya untuk terus turun ke lapangan guna mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
Ia mengakui belum semua aspirasi warga dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan karena keterbatasan anggaran. Namun seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Kami akan terus mendengarkan dan mencari solusi atas setiap persoalan yang disampaikan masyarakat,” kata Yusra.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi Asisten II Setda Bolmong Renty Mokoginta, para camat, staf khusus bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, serta para penyuluh pertanian.
Program yang dipaparkan Bupati mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang memilih turun langsung ke lapangan untuk berdialog dan mendengar kebutuhan petani secara terbuka. (Advertorial)




You must be logged in to post a comment Login