Connect with us

Bitung

Pengacara Kondang Sulut ini Tanggapi Dugaan Kasus Tipikor Mantan Menkominfo Johnny G Plate, Michael Jacobos Tantang Willy Aditya dan AHY

Published

on


BITUNG, PANTAU24.COM– Advokat Kondang Sulawesi Utara (Sulut), Michael Remizaldy Jacobus, SH MH angkat bicara terkait penetapan tersangka dan penahanan mantan Menkominfo Johnny G Plate yang juga Sekjen Partai Nasdem.

Jacobus memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Kejaksaan Agung yang telah menetapkan Plate sebagai tersangka dan upaya penahanan yang dilakukan terkait kasus proyek Menara Base Transciever Station (BST) dengan dugaan kerugian negara yang cukup fantastis sebesar Rp. 8 triliun lebih.

“Langkah Kejaksaan Agung layak diancungi jempol, karena hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu dan tidak mengenal musim. Siapapun dia, tidak ada yang kebal terhadap hukum, dan kapanpun musimnya, apakah tahun politik atau bukan, penegakan hukum harus tetap berdiri tegak”, ujar Jacobus.

Ketika ditanyakan terkait sindiran terhadap Presiden Jokowi pasca penahanan Plate dari salah satu Ketua DPP Willy Aditya adanya politisasi hukum, dan singgungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menegaskan menggunakan instrument hukum untuk menghabisi lawan politik adalah abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

Maka Jacobus selaku advokat dengan deretan prestasi kemenangan menangani perkara ini menyatakan, kalau kedua politisi nasional tersebut perlu belajar dari orang daerah agar dapat membedakan manakah politisasi hukum dan abuse of power.

Baca Pula:  Pengacara Kondang Berprestasi, Michael R Jacobus Terima Tiga Putusan Kemenangan Dalam Waktu Delapan Hari

“Bung Willy terlalu banyak bergaul dilevel di Jakarta. Sehingga mungkin tidak merasakan bagaimana kami di Sulawesi Utara menyaksikan sendiri salah satu Bupati yang karena pindah ke partai Nasdem, sekalipun sudah ditetapkan tersangka tapi jangankan diadili, ditangkappun susah. Dan itu terjadi saat kader Nasdem yang jadi Jaksa Agung. Bahkan kasusnya baru diproses ke Pengadilan setelah ganti Jaksa Agung. Ini baru namanya politisasi hukum”, papar Jacobus.

Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Hukum Universitas Trisakti yang pernah beberapa tahun menjadi konsultan hukum Konsulat Filipina ini menyindir AHY terkait abuse of power yang disampaikan dalam pidatonya pada acara Milad PKS.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Mas AHY mungkin sudah lupa, tetapi kami orang daerah tidak lupa dengan mega korupsi yang akhirnya menyeret sejumlah tokoh kader Demokrat. Justru kalau dikatakan abuse of power yang terbukti menurut hukum adalah kader-kader Demokrat yang dulu dijaman pak SBY dipenjara karena korupsi. Itukan sudah teruji sesuai prosedur hukum bahwa mereka menyalagunakan kewenangan”, tegas Jacobus.

Direktur MRJ Law Office menjelaskan bahwa sebagai advokat dari daerah, Jacobus menjelaskan kalau politisasi hukum, abuse of power dan penegakan hukum di tahun politik, itu beda maknanya. “Apa yang dilakukan Kejaksaan Agung adalah penegakan hukum ditahun politik. Sudah pasti akan ditanggapi secara politis juga, karena sekarang tahun politik. Tetapi, apapun tanggapan orang, hukum harus tetap tegak berdiri. Sepanjang penyelidikan dan penyidikan telah memenuhi dua alat bukti, maka itu murni penegakan hukum, entahkan tahun politik atau tahun apapun, koruptor harus ditindak”, urai Jacobus.

Jacobus balik menantang Willy Aditya dan AHY agar berani mengambil langkah hukum bila memang ada yang salah dalam penetapan tersangka dan penahanan Plate.

Baca Pula:  Pengacara Kondang Berprestasi, Michael R Jacobus Terima Tiga Putusan Kemenangan Dalam Waktu Delapan Hari

“Silahkan para politisi atau siapapun yang keberatan dengan langkah Kejaksaan Agung untuk melakukan upaya hukum terkait penetapan tersangka dan penahanan. Artinya kalau memang ada prosedur yang dilanggar oleh pihak Kejaksaan. Maka silahkan gugat praperadilan. Bahkan jika ada intervensi dari Presiden dalam kasus ini, ya silahkan Partai Demokrat dan Partai Nasdem yang memiliki wakil di senayan jalankan fungsi pengawasannya agar kebenaran dapat diungkap tanpa pandang bulu”, tantang Jacobos.

Diakhir wawancara Jacobus menyampaikan, harapan besarnya terhadap aparat penegak hukum untuk jangan gentar memberantas koruptor tanpa diskriminasi. 

“Maju terus Kepolisian, Kejaksaan dan KPK, serta jangan berhenti berantas korupsi. Kewibawaan hukum ada ditangan anda sekalian. Sepanjang semua prosedur dan alat bukti terpenuhi, gas full”, tuturnya.



Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply