DPRD Gorut Kunker Ke Bolsel, Bahas Pemilahan Sangadi

  • Share
Ketua DPRD Gorontalo Utara bersama Wakil Ketua dan Anggota Komisi III di Sambut Kasubag Analis Perundang-undangan Jarwadi Sirwan. (Foto: Reza Pahlevi)

BOLSEL, PANTAU24.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Kamis, 12 Mei 2022.

Kunker yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gorut, Deisy Sandra Datau, bersama Wakil Ketua, Roni Imran, serta Anggota Komisi III dalam rangka koordinasi terkait pelaksanaan Pemilihan Sangadi (Kepala Desa).

Ketika diwawancarai awak media, Wakil Ketua DPRD Gorut, Roni Imran menyampaikan, selain berkoordinasi terkait pelaksanaan Pilsang, kunjungan tersebut merupakan bagian dari silatuhrahmi.

“Ini kan masih suasana lebaran, kunjungan ini bagian dari silaturahmi. Kemudian kami mengambil momen yang tepat dalam rangka koordinasi terkait pemilihan Kepala Desa,” katanya.

Imran menyampaikan, pada Juli 2022 mendatang 34 Desa di Kabupaten Gorut akan melaksanakan pemilahan Kepala Desa. Oleh karena itu, pihaknya melakukan koordinasi terkait dengan persoalan-persoalan yang akan muncul menjelang pemilihan.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Karena persoalan pilsang ini bisa dikatakan cukup rumit, dan kebetulan juga persoalan yang kita alami kurang lebih sama dengan Bolsel sehingganya kami datang,” ungkapnya.

Baca Pula:  Pilsang Serentak 38 Desa di Bolsel Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Dia mengatakan, pada 18 Mei mendatang Bolsel sudah melaksanakan pemilihan. Dengan begitu tentu Bolsel telah menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul menjelang pilsang serentak ini.

“Contoh misalnya rata-rata calon sangadi disana (Gorut) itu ada dari BPD kemudian mundur. Sementara untuk penetapan calon itu ditetapkan oleh BPD, nah bagaimana dengan mereka yang mundur ini? Hal itu yang kami konsultasikan dengan DPRD yang ada di sini (Bolsel),” ujarnya.

Selain itu, Imran juga mengkonsultasikan terkait dengan jumlah pemilih di tiap TPS yang mengharuskan 1 TPS hanya boleh di isi oleh 500 pemilih, sementara rata-rata Desa di Gorut jumlah pemilihnya di atas 3.000 pemilih.

“Jumlah tiap TPS sudah diatur paling tinggi 1 TPS harus 500 DPT, sehingga kita dipaksakan tidak bisa hanya satu TPS. Sementara ditempat kami setiap desa jumlah DPT sampai 3.000 orang sehingga harus sampai 6 TPS, ini juga merepotkan pengawasan dan lain-lain, yang ujung-ujungnya persoalan anggaran,” tambahnya.

Baca Pula:  Ria Gonibala: Musuh Tidak Pernah Dicari, Kalau Ketemu Jangan Pernah Lari

Sementara itu, Kasubag Analis Perundang-undangan, Jarwadi Sirwan menyampaikan, maksud kedatangan DPRD Gorut ini pertama ingin menemui Ketua dengan Anggota DPRD Bolsel untuk berkoordinasi terkait dengan pelaksanaan Pilsang yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Saya sudah jelaskan bahwa Ketua sama Anggota sementara turun lapangan, mengkroscek kesiapan pelaksanaan pilsang di setiap desa,” ucapnya.

Jarwadi menambahkan, tahun lalu Bolsel sukses melaksanakan Pilsang di 27 desa, dan tidak lama lagi melaksanakan Pilsang pada 18 mei 2022.
Sehingganya mereka tertarik dan dantang untuk berkoordinasi dengan DPRD Bolsel terkait pelaksanaan Pilsang yang ada di daerah.

“Buktinya, ketua dan jajarannya langsung turun lapangan. Bahkan mereka ingin meniru apa yg dilakukan DPRD Bolsel, sehingga ini yang akan nantinya dibawa pada pelaksanaan Pilsang di Gorut,” tutupnya.

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com