Kabar Reshuffle Kabinet Jokowi, Nama Ahok Disebut Berpeluang Jadi Menteri

  • Share
Instagram/Basuki Tjahaja Purnama

PANTAU24.com-Beredarnya kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju semakin menguat. Sejumlah nama yang dinilai pantas menjadi menteri juga mulai disebut-sebut. Antara lain ada nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mengutip Suara.com, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas memberikan komentar terkait peluang Ahok masuk ke kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Presiden Jokowi harus mampu memilih pembantu yang bisa bekerja dengan baik. Mengingat sisa masa jabatan yang tak lama lagi. Sehingga diharapkan tidak menunjuk menteri berdasarkan faktor kedekatan saja.

“Presiden Jokowi dapat mempertimbangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang bisa bekerja dan mampu maksimal untuk 3 tahun ke depan,” kata Fernando.

Baca Pula:  Capai Target Pembangunan, Jokowi Siap Undang Talenta Global dan Pangkas Regulasi-Birokrasi

Fernando menyebut Jokowi lebih paham posisi yang pas buah Ahok. Karena mereka pernah menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Sehingga pola kerja satu sama lain sudah saling tahu.

Fakta menarik dan bermanfaat

Fernando mengatakan Ahok layak dipanggil Jokowi untuk menjadi menteri.

Selain Ahok, nama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Arsjad Rasjid dan Darmizal MS Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) juga disebut berpeluang.

Fernando menyebut, kinerja Arsjad Rasjid sangat baik dan diprediksi mampu berbicara banyak jika ia diberi kesempatan untuk menjadi menteri.

“Jokowi juga dapat mempertimbangkan Darmizal MS Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO),” katanya.

Baca Pula:  Papua Bergejolak, Jokowi Telepon Langsung

Ia menyebut Darmizal kemungkinan akan menggantikan posisi Sofyan Djalil sebagai Menteri ATR/BPN yang kinerjanya dipertanyakan. Fernando menduga kemungkinan Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet paling lama 22 Desember ini.

Ia berharap Presiden Jokowi memaksimalkan kinerja menteri-menterinya di sisa masa pemerintahannya.

“Sebab, hitungan dan analisis situasi serta dinamika politik di luar dan dalam istana sudah mengarah ke hal tersebut,” kata Fernando.

“Jokowi sebaiknya memanfaatkan sisa tiga tahun kepemimpinan untuk tiga tahun kedepan dengan memaksimalkan kinerja dari para pembantunya,” pungkasnya.

|Sumber: Suara.com

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com