Vaksinasi Tahap I dan II di Bolsel Minim Peminat

  • Share
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru saat ini rutin turun ke tujuh kecamatan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi. Tampak, bupati saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Posigadan. (Foto: Istimewa)

BOLSEL, PANTAU24.COM-Meski pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) gencar mensosialisasikan vaksinasi Covid-19 di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum, namun terbukti hingga saat ini progres capaian vaksinasi belum mencapai 50 persen. Salah satunya di wilayah kerja Puskesmas Molibagu, Kecamatan Bolaang uki.

Berdasarkan data yang ada di Puskesmas Molibagu, khusus di wilayah kecamatan Bolaang uki, masyarakat yang sudah menerima vaksin tahap I berjumlah 2.782 orang, dan untuk tahap II berjumlah 858 orang.

“Data dari Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) jumlah penduduk Kecamatan Bolaang uki 15.418 orang. Sementara yang sudah divaksin baru sekira tiga ribuan orang. Ini masih sangat jauh dari target,” aku Kepala Puskesmas Molibagu, Fadlun Gobel, Rabu (22/9).

Baca Pula:  Presien Jokowi akan Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Corona

Fadlun mengaku sejauh ini, tim medis di Puskesmas Molibagu rutin turun ke desa-desa untuk mempercepat proses vaksinasi. Namun, minat masyarakat masih minim. Meski demikian, Fadlun tetap optimis, program vaksinasi ini bisa tercapai.

“Tentu kami juga butuh dukungan dari masyarakat dalam rangka menyukseskan program vaksinasi ini. Masyarakat tidak perlu takut divaksin, vaksin aman dan halal,” imbaunya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Menyikapi hal itu, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru saat ini rutin turun ke tujuh kecamatan untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi. Selain itu, bupati juga memberikan penegasan baik kepada masyarakat dan ASN guna mempercepat vaksinasi di daerah.

“Saya sudah mengeluarkan instruksi lisan yang nantinya akan disusul dalam bentuk surat edaran. Vaksinasi bakal jadi salah satu syarat administrasi yang harus dilengkapi oleh masyarakat. Misalnya, jika mau buat hajatan nikah atau hajatan lainnya, syaratnya harus sudah divaksin. Begitu juga untuk pengurusan administrasi di desa,” tegas Bupati.

Baca Pula:  Fatwa MUI, Vaksin Corona Sinovac Halal dan Suci

Ia menambahkan, penegasan vaksinasi ini juga berlaku bagi para ASN dan Tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di Pemkab Bolsel.

“Bagi yang belum divaksin tanpa ada surat keterangan dari dokter belum layak divaksin karena ada kumorbit dan masalah kesehatan lain, tidak bisa mengajukan permohonan pembayaran Tunjangan kinerja daerah (TKD). Vaksinasi akan jadi salah satu syarat dalam pembayaran TKD maupun insentif THL,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com