Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan Kanker Usus Besar

  • Share

PANTAU24.COM-Kanker usus besar atau kolorektal merupakan kanker yang menyerang jaringan usus besar (kolon) dan rektum (bagian usus paling bawah sampai anus).
Awal kemunculan kanker kolorektal ini sebelumnya berupa tumor jinak. Namun jika pertumbuhannya tidak terkendali maka bersifat kanker ganas.

Menurut data Globocan pada 2018, kanker kolorektal diperkirakan menjadi jenis kanker dengan penderita terbanyak keempat di dunia. Sementara itu di Indonesia, kanker kolorektal menjadi salah satu kanker tertinggi kedua pada pria, dengan jumlah kasus mencapai 30.017 atau sebanyak 8,6 persen.

Gejala Kanker Usus Besar

Salah satu timbulnya gejala kanker usus besar ini, bisa terjadi karena adanya penyakit radang usus, wasir, infeksi atau iritasi usus besar. Selain itu merujuk Mayo Clinic, kanker kolorektal juga mempunyai gejala lain yang patut diwaspadai seperti:

  • Diare atau konstipasi
  • Terdapat darah pada feses
  • Lelah sepanjang waktu tanpa alasan disertai turun berat badan
  • Sering merasa kembung dan kram
  • Rasa mual dan ingin muntah
  • Perut tidak nyaman seperti kram atau terasa banyak gas
  • Berat badan turun secara drastis

Beberapa gejala seperti di atas bisa saja tidak terjadi pada kondisi medis tertentu, namun bila mengalami sesuatu yang mencurigakan dan berlangsung lama, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Baca Pula:  Benarkah, Cengkeh Bisa Mengobati Sakit Gigi Hingga Kanker

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker usus besar masih menjadi pembahasan ilmu kedokteran. Tapi secara pasti, kemungkinan besar terjadinya kanker kolorektal ini akibat DNA sel yang rusak sehingga terus membelah membentuk endapan (metastasis) tumor.

Fakta menarik dan bermanfaat

Selain itu ada pula beberapa kondisi lain yang memperbesar risiko penyebab kanker kolorektal, di antaranya:

  • Faktor usia terutama di atas 50 tahun
  • Memiliki anggota keluarga yang terkena kanker kolorektal
  • Menderita peradangan atau inflamasi kronis usus besar
  • Merokok
  • Diet tinggi lemak dan rendah serat
  • Kurang aktivitas fisik
  • Obesitas
  • Minum alkohol berlebih
  • Efek samping dari terapi radiasi

Cara Mengobati Kanker Usus Besar

Sebelum menentukan jenis pengobatan, umumnya dokter akan meminta pasien untuk menjalani serangkaian tes atau pemeriksaan. Mulai dari kolonoskopi, merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan dalam usus besar dan rektum. Kelainan itu berupa iritasi, bengkak atau adanya jaringan abnormal pada usus.

Selanjutnya tes darah, yaitu pemeriksaan yang berfungsi untuk mengetahui kesehatan tubuh secara menyeluruh meliputi fungsi ginjal, hati, dan organ lainnya. Hasil pemeriksaan dari kolonoskopi atau tes darah, menentukan benar tidaknya keberadaan kanker.

Apabila benar, dokter akan memberitahu kondisi stadiumnya meliputi:

A. Kanker kolorektal stadium I berarti persebaran sel kanker belum meluas.

B. Kanker kolorektal stadium II berarti sudah menjangkau rektum, tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Baca Pula:  Ria Irawan Kembali Derita Kanker, Dewi Memarahinya Karena Masih Merokok

C. Kanker kolorektal stadium III berarti sudah menginfeksi kelenjar getah bening, namun masih tidak menjangkau bagian tubuh lain.

D. Kanker kolorektal stadium IV berarti kondisinya sudah mulai parah karena telah menjalar ke organ sehat lain.

Setelah mengetahui stadium kanker, tahap pengobatan mulai dilakukan sesuai kondisinya. Pada stadium awal, kanker yang masih kecil akan dihilangkan dengan metode kolonoskopi. Tak hanya kolonoskopi, dokter juga bisa saja menyarankan operasi laparoskopi apabila diperlukan, yaitu pengobatan yang dilakukan pada gastroenterologi, ginekologi dan urologi.

Sementara itu untuk kanker kolorektal stadium II, anjuran pengobatan adalah kolektomi parsial untuk membuang bagian usus yang terkena kanker.

Sedangkan untuk kanker kolorektal stadium lanjut, pengobatan mulai lebih banyak seperti bedah usus, kemoterapi, terapi radiasi serta terapi obat yang ditargetkan. Penyakit kanker pada usus besar memang masih tidak diketahui penyebabnya, sehingga belum ada pencegahan secara khusus.

Sebagai pencegahan alternatif, Anda dapat membatasi asupan makanan tinggi lemak, kurangi alkohol dan berhenti merokok. Pencegahan lain supaya terhindar dari kanker usus besar yaitu konsumsi buah, sayur yang mengandung probiotik, karena seratnya bisa mengikat sisa makanan dan feses mudah dibuang.



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com