Mosi Tidak Percaya, 5 Fraksi Minta Ketua DPRD Bolmong Diganti

  • Share
Lima Fraksi DPRD Bolmong menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling
Lima Fraksi DPRD Bolmong menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling

BOLMONG, PANTAU24.COM-Lima Fraksi DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) masing-masing Fraksi Nasdem, Fraksi Golkar, Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi Pembangunan Demokrat yang terdiri dari 17 anggota menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling, Rabu 17 Maret 2021.

Bahkan salah satu poin dalam surat yang ditandatangani perwakilan masing-masing fraksi tersebut adalah meminta kepada pimpinan PDI Perjuangan untuk mengganti Ketua DPRD Bolmong.

Pasalnya, kelima fraksi tersebut mempertanyakan sikap Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, yang dinilai sengaja mengulur pelaksanaan reses masa sidang satu, tahun anggaran 2021.

Ketua Fraksi PKB, Supandri Damogalad menyayangkan sikap ketua DPRD Bolmong Welty Komaling yang memutuskan untuk mengulur reses masa sidang pertama tahun anggaran 2021.

“Pimpinan dianggap menghambat dan membenturkan proses perencanaan pelaksanaan reses ini antara Pemkab Bolmong dan Anggota DPRD,” kata Supandri, yang turut dibenarkan Ketua Fraksi Nasdem, Masri Daeng Masenge.

Fakta menarik dan bermanfaat

Ia mengatakan, sikap ketua DPRD Bolmong ini berakibat kepada anggota DPRD yang ingin menyerap aspirasi masyarakat sebagai pertanggungjawaban secara politis.

“Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling terkesan menghambat proses perencanaan reses yang telah dianggarkan di tahun 2021 ini,” ungkap Supandri.

Sementara kata dia, tanggal 31 Maret batas akhir Pemkab Bolmong merumuskan rancangan RKPD awal tahun 2022, sudah sangat kasip.

“Bagaimana anggota DPRD Bolmong memasukan pokok-pokok pikiran (pokir) apabila reses tidak dilaksanakan?,” tanya Supandri.

Untuk itu kata Supandri, bakal tidak terakomodirnya Aspirasi DPRD tersebut, sehingga membuat lima fraksi ini secara tegas mengambil sikap menyampaikan mosi tidak percaya kepada ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, yang telah ditandatangani 17 anggota DPRD Bolmong.

Hal sama juga dikatakan Ketua Fraksi Nasdem Masri Daeng Masenge, Ketua DPRD Bolmong terkesan tidak mengindahkan pelaksanaan reses tahun ini yang telah dianggarkan dalam APBD 2021. Padahal, Pemkab Bolmong hanya memberikan batas waktu memasukkan pokir sampai akhir bulan ini tanggal 30 Maret.

Baca Pula:  Lewat Paripurna, DPRD Bolmong Setujui LPj APBD 2020

“Kami juga bingung apa alasan pimpinan untuk tidak mau melaksanakan reses yang telah dianggarkan tahun 2021 ini,” ujar Masri.

Sementara, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Bolmong Sulhan Manggabarani mengatakan, akan tetap melaksanakan reses meski belum ada kemauan dari Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling.

“Ini bentuk pertanggung jawaban anggota DPRD di dapil masing-masing dalam menyerap aspirasi masyarakat. Untuk diperjuangkan, jika tidak dilaksanakan maka sama halnya kita tidak ada kerja untuk rakyat. Sementara kita dipilih untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat terutama didapil sendiri,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPRD Bolmong Yahya Fasa menegaskan untuk reses masa sidang satu telah ditata dalam perencanaan APBD tahun 2021. “Ada tersedia di APBD tahun 2021, secara administrasi kami dari Sekretariat memfasilitasi pelaksanaan reses anggota DPRD,” singkatnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling menjelaskan, untuk pelaksanaan reses ada mekanismenya. Semua anggota DPRD mempunyai hak untuk melakukan reses.

“Kami sudah melakukan penganggaran untuk kegiatan reses, hanya saja reses itu belum bisa dilaksanakan. Sekretariat DPRD belum bisa menyediakan anggaran untuk reses, karena proses administrasi. Kita tau bersama anggaran di DPRD dan Pemkab Bolmong baru mau jalan,” kata Komaling.

Ia menyebut, para anggotanya itu ngotot minggu ini sudah harus melakukan reses. Tapi, setelah dikonfirmasi ke Sekretariat DPRD soal anggaran untuk reses, saat ini masih dalam proses. Kemudian kata Welty, saat ini juga berbenturan dengan kegiatan acara bimtek internal Partai PDI Perjuangan di Jakarta.

“Saya sampaikan ke mereka, kita agendakan reses supaya tidak berbenturan dengan acara partai, karena kami masih ke luar daerah, nanti kita agendakan setelah kami pulang,” tuturnya.

Meski begitu kata dia, permintaan mereka untuk melakukan konfirmasi ke Bappeda, ia layani. “Tapi dengan segalah hormat, saya sudah minta maaf karna belum bisa hadir, karena masih ada acara internal partai di Jakarta yang tidak bisa diwakilkan,” bebernya.

Baca Pula:  Hasil Swab Test Covid-19: Asisten Pelatih Timnas Menjadi Negatif Corona

Bahkan menurut Welty, ia menyampaikan masukan kalau bisa hari Jumat pekan ini, mereka melaksanakan Banmus, nanti akan didelegasikan untuk siapa pimpinan Banmus. “Karna Banmus itu tidak bisa diambil alih. Kalau saya tidak ada, saya bisa delegasikan ke wakil ketua, itupun wakil ketua belum bersedia,” katanya.

Welty berkata, semua anggota DPRD punya hak melakukan reses, tapi pertanyaannya, apakah siap menerima reses tanpa anggaran. Sementara biaya reses ini lumayan banyak. “Saya tanya ke Sekwan, katanya akan diproses. Saya sampaikan proses saja dulu kalau sudah ada anggaranya baru kita agendakan, sampai hari ini belum cair anggarannya,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, reses itu diatur. Ada masa sidang pertama, masa sidang kedua, dan masa sidang ketiga. “Nah hasil reses itu nanti kita jadikan buah-buah pikiraan. Tidak reses pun tidak masalah, karena anggota DPRD itu punya pokok-pokok pikiran, reses itu teknis. Boleh mengumpulkan orang, boleh juga pokir-pokir itu ditemui saat bertemu dengan masyarakat, atau adanya laporan masyarakat,” katanya.

Terkait kesengajaan untuk membenturkan pihak eksekutif dan legislatif ia menekankan tidak demikian. “Manamungkin saya pimpinan lembaga kemudian membenturkan anggota. Intinya, reses tetap kita laksanakan, tapi kita menunggu anggaran,” tutupnya.

Berikut isi surat permyataan sikap yang dikeluarkan lima Fraksi DPRD Bolmong untuk Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling Tentang Agenda DPRD Bolmong Masa Sidang I Tahun 2021:

Ketidak mampuan Ketua DPRD Bolmong dalam menerjemahkan posisinya sebagai speach of parlement di lembaga.

Dari sikap okmum ketua DPRD Bolmong, memperlihatkan upaya untuk membenturkan Pemkab Bolmong dengan anggota DPRD Bolmong dengan mengabaikan tahapan pelaksanaan reses pada masa sidang I tahun 2021.

Meminta kepada pimpinan PDI Perjuangan Kabupaten Bolmong untuk mengganti Ketua DPRD Bolmong.

Kami sebagai anggota DPRD Bolmong tetap akan melaksanakan reses pada masa sidang 1 tahun 2021.



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com