Connect with us

Peristiwa

Takut Ada Tsunami, 3.800 Warga Majene Mengungsi ke Gunung

Terdapat 10 perempuan hamil, delapan orang sakit, dan 72 warga lanjut usia yang mengungsi di Desa Tubo Selatan.

Published

on

Ribuan warga Majene masih mengungsi lantaran takut ada gempa susulan yang berpotensi tsunami. (Foto: Istimewa)

PANTAU24.COM-Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 pada Jumat 15 Januari 2021, sekitar 3.800 warga Desa Onang di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, masih mengungsi ke daerah pegunungan. Mereka khawatir gempa susulan yang berpotensi tsunami.

“Mereka di pengungsian, menghindari gempa susulan dan ancaman bencana tsunami,” kata Kepala Desa Onang Asmadi di Majene, dikutip Suara.com, Minggu 17 Januari 2021.

Baca Pula:  Tekanan Darah Tinggi, Penyakit Paling Banyak Terjadi di Bolmong

Menurut dia, sebagian warganya menempati delapan tempat pengungsian yang ada di wilayah Desa Onang.

Selain itu, terdapat 10 perempuan hamil, delapan orang sakit, dan 72 warga lanjut usia yang mengungsi di Desa Tubo Selatan.

Warga desa yang mengungsi, kata dia, membutuhkan bantuan makanan, tenda, selimut, dan obat-obatan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Asmadi berharap relawan dan pemerintah mengirimkan bantuan kepada warganya.

Baca Pula:  Tahun 2020, Kasus Orang dengan Gangguan Jiwa di Bolmong Meningkat

Gempa yang terjadi pada Jumat (15/1) telah menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal dunia di Mamuju dan Majene. Bencana itu juga mendorong 15.000 orang mengungsi di dua wilayah kabupaten tersebut.

Zonautara.com
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com