OJK Sarankan 6 Tips ini untuk Pinjaman Online yang Aman

PANTAU24.COM-Hadirnya teknologi pinjaman online dinilai sangat membantu serta memudahkan masyarakat dalam urusan pinjam meminjam. Kehadiran pinjaman online dengan proses cepat dan tanpa proses verifikasi secara konvensional lebih mempermudah nasabah apalagi untuk kebutuhan mendesak.

Persyaratan pengajuan yang mudah dan dana pinjaman yang bisa dicairkan dalam hitungan jam saja menjadi hal yang sangat diburu masyarakat saat ini. Tapi, masyarakat juga patut berhati-hati dan cermat dalam memilih layanan. Karena teknologi pinjaman online ini bukan tanpa risiko. Tidak sedikit juga korban pinjaman online ilegal.

Beberapa waktu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan sebenarnya tidak sulit membedakan pinjaman online yang terpercaya dan yang tidak. Penjabaran dari OJK tersebut sudah terangkum dalam 6 tips aman ajukan pinjaman online berikut ini:

Kredibilitas Layanan Pinjaman Online

Per tanggal 5 November 2020, OJK merilis data bahwa perusahaan fintech (financial technology) terdaftar dan mengantongi izin usaha berjumlah 154 perusahaan. Padahal, sangat besar kemungkinannya jika penyedia layanan pinjaman online yang aktif beroperasi di Indonesia saat ini jauh lebih dari angka tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Di luar perusahaan fintech yang terdaftar dan telah berizin tersebut, tentu saja menawarkan layanan pinjamannya secara ilegal. Dalam kata lain, risiko Anda untuk terjebak pinjaman dengan beban bunga terlampau tinggi dan membuat kondisi keuangan berantakan sangatlah tinggi.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman online, pastikan dulu kredibilitas layanannya dengan melihat status usahanya di OJK. Caranya dengan mencari nama layanan atau perusahaan fintech yang ingin Anda gunakan di situs resmi OJK. Jika sudah berstatus terdaftar atau mengantongi izin usaha, dapat dipastikan jika layanannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan aman untuk Anda manfaatkan.

Baca Pula:  Ini 6 Aplikasi Pinjaman Online dengan Bunga Rendah dan Terpercaya

Ajukan Pinjaman sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Finansial
Tak jarang korban pinjaman ilegal bermunculan karena memaksakan untuk mengajukan pinjaman dengan nominal yang besar dan terlalu berat bagi kondisi finansialnya. Dengan suku bunga yang terbilang tinggi, mengajukan pinjaman online dengan jumlah yang jauh melebihi kemampuan keuangan Anda secara otomatis akan menuntun Anda pada kebangkrutan.

Idealnya, rasio maksimal dari seluruh cicilan adalah 30 persen dari jumlah penghasilan setiap bulannya. Jika nilainya melebihi angka tersebut, kemungkinan besar Anda akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya. Tambahan, jangan gunakan pinjaman online untuk memenuhi hasrat membeli kebutuhan konsumtif karena nantinya hanya akan menjadi beban keuangan saja.

Lunasi Angsuran Tepat Waktu
Melunasi tagihan pinjaman online tepat waktu dapat menghindarkan Anda dari potensi membayar denda keterlambatan. Tergantung dari layanan yang digunakan, besaran denda keterlambatan ini beragam.

Sekali terlambat membayar cicilan, arus keuangan Anda bisa langsung berantakan karena tagihannya membengkak akibat harus membayar denda. Oleh karena itu, agar aman menggunakan pinjaman online, pastikan untuk selalu melunasi angsurannya tepat waktu.

Hindari Ajukan Pinjaman Online untuk Lunasi Beban Utang Lainnya
Dengan proses pengajuan yang mudah, tak ayal pinjaman online banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Tak terkecuali salah satunya adalah untuk menutupi beban utang yang sudah dimiliki sebelumnya, atau dalam istilahnya, gali lubang tutup lubang.

Baca Pula:  Ini 6 Aplikasi Pinjaman Online dengan Bunga Rendah dan Terpercaya

Cara memanfaatkan pinjaman online seperti ini hanya akan memperpanjang beban utang dan tidak menyelesaikan masalah. Alhasil, besar kemungkinan jika hal ini akan berbuntut pada kondisi keuangan yang tak kunjung stabil dan berisiko membuat bangkrut.

Cari Tahu Tingkat Suku Bunga dan Denda Pinjaman
Proses dan syarat pengajuan pinjaman online memang sangat mudah sehingga memudahkan siapa saja untuk menggunakannya. Namun, di sisi lain, nasabah pinjaman online harus membayarnya dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk pinjaman sejenis. Oleh karena itu, menurut anjuran dari OJK, cari tahu dahulu tingkat suku bunga dan denda pinjaman online agar tidak kaget saat mengetahui jumlah cicilan yang harus dilunasi per bulannya.

Pahami Betul Isi dari Setiap Poin pada Kontrak Perjanjian
Selayaknya kontrak perjanjian pada umumnya, segala hal tentang kegiatan pinjaman online, seperti suku bunga, tenor, denda keterlambatan, tanggal jatuh tempo, dan berbagai poin penting lainnya akan tertulis dalam dokumen tersebut. Pastikan bahwa setiap poin dalam kontrak perjanjian pinjaman online jelas dan tidak ambigu.

Bila perlu, tanyakan segala hal yang tidak Anda pahami agar tidak memicu kesalahpahaman di kemudian hari dan merugikan salah satu pihak. Yang utama, kontrak perjanjian tersebut akan menjadi pedoman saat terjadi perselisihan antara pihak nasabah dan pemberi pinjaman. Jadi, pastikan untuk benar-benar memahami isi berkas tersebut sebelum membubuhkan hitam di atas putih.

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com