PERISTIWA
Novaya Gazeta Ditutup Setelah Ditekan Pemerintah Rusia
Novaya Gazeta, media independen Rusia, resmi ditutup setelah mengalami tekanan berat dari pemerintah Rusia.
PANTAU24.com – Novaya Gazeta, sebuah media independen terkemuka di Rusia, secara resmi mengumumkan penutupan operasionalnya pada Jumat, 20 Oktober 2026. Media ini mengalami tekanan dari pemerintah yang membuatnya tidak lagi bisa bertahan.
Penutupan Novaya Gazeta merupakan pukulan terbaru bagi kebebasan pers di Rusia, terutama setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada 2022. Media ini dikenal karena keberaniannya mengkritik perang Rusia di Ukraina, menjadi salah satu dari sedikit suara yang tetap berani melawan arus propaganda pemerintah.
Pemerintah telah mencabut izin penerbitan Novaya Gazeta, sementara jurnalis dan editornya mengalami pemeriksaan, penahanan, dan penggeledahan rumah. Media ini juga dicap sebagai “agen asing”, label yang sering digunakan untuk menindas suara-suara kritis.
Pendiri Novaya Gazeta, Dmitry Muratov, mengatakan bahwa penutupan ini adalah bagian dari kampanye militer oleh Rusia. “Kami adalah penentang keras perang dalam segala bentuknya. Dan kami adalah bagian yang harus dihancurkan,” ujar Muratov. Pemimpin redaksi, Sergei Sokolov, mengumumkan penghentian ini secara emosional melalui YouTube, menyampaikan bahwa pemerintah Rusia memaksa penghentian tersebut.
Didirikan pada 1993, Novaya Gazeta dikenal karena investigasinya yang mendalam dan pelaporannya tentang pelanggaran hak asasi manusia. Penutupan ini menuai kecaman dari organisasi HAM dan kebebasan pers internasional. “Novaya Gazeta akan tetap menjadi simbol jurnalisme yang bebas, pluralistis, independen,” kata Thibaut Bruttin dari Reporters Without Borders.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login