PERISTIWA
Menteri Trenggono Berantas Penyelundupan Benih Lobster
Menteri Trenggono jelaskan upaya KKP atasi penyelundupan benih lobster Indonesia ke Vietnam.
PANTAU24.com – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan bahwa pihaknya melakukan upaya serius untuk mengatasi persoalan penyelundupan benih lobster yang marak terjadi. Hal ini disampaikan dalam dialog dengan Andi Shalini di acara Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat tingginya permintaan benih lobster dari pasar internasional, terutama Vietnam. Berdasarkan pemantauan KKP, diketahui bahwa benih lobster yang sampai ke Vietnam sebagian besar berasal dari pasar gelap di Indonesia. Menteri Trenggono menyatakan, “Vietnam merupakan salah satu pasar terbesar dan sebagian benih yang ada di sana berasal dari pasar gelap di Indonesia.”
Dalam rangka mengatasi masalah ini, Indonesia dan Vietnam telah berusaha bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan 300 juta bibit lobster secara legal. Namun, Menteri Trenggono mengungkapkan bahwa kesepakatan ini belum sepenuhnya berhasil dan masih terjadi kebocoran yang signifikan. Setiap tahun, Indonesia diperkirakan mengalami kerugian sekitar USD 1 miliar akibat ekspor ilegal benih bening lobster (BBL).
Untuk menangani masalah ini, diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang menekankan pada pemberantasan ekspor ilegal BBL. “Perpres ini diharapkan mampu menekan aktivitas penyelundupan dan mengurangi kerugian bagi Indonesia,” ujar Trenggono.
Transformasi ekonomi biru menjadi salah satu fokus KKP dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan RI. Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi Indonesia di masa depan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login