Connect with us

PERISTIWA

DPR Desak Prabowo Ungkap Data Perusahaan Penyebab Karhutla

DPR RI mendesak Presiden Prabowo membuka data perusahaan yang disebut terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Published

on

PANTAU24.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengungkap data perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Hal ini menanggapi data dari organisasi lingkungan seperti Walhi dan Greenpeace Indonesia yang menyebut 52 perusahaan terkait asal Malaysia dan Singapura ikut memicu karhutla di Indonesia.

“Walhi dan Greenpeace Indonesia telah mengungkap data, ada 52 perusahaan yang terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura terkait karhutla di Indonesia. Jangan biarkan data ini jadi bola panas di ruang publik, tanpa klarifikasi dan tindakan yang jelas dari pemerintah,” kata Alex dalam pernyataan resmi, Jumat (16/10).

Laporan dari Greenpeace dan organisasi lainnya mengidentifikasi kaitan perusahaan Malaysia dan Singapura dengan konsesi lahan di Indonesia yang memiliki titik api. Meskipun demikian, laporan tersebut tidak secara eksplisit menyebut perusahaan-perusahaan itu sebagai pemicu karhutla maupun melanggar hukum.

Di sisi lain, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, mengonfirmasi investigasi yang melibatkan tujuh perusahaan di Indonesia yang diduga berkontribusi terhadap kabut asap yang berdampak ke Singapura. “Berdasarkan penyelidikan kami sejauh ini, sebagian kabut asap yang terjadi di Singapura berasal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia,” ujar Grace Fu, Jumat (16/10) seperti dikutip Channel News Asia.

Fu menyatakan bahwa Singapura telah menyiapkan pemberitahuan pencegahan terhadap perusahaan tersebut sesuai Undang-Undang Pencegahan Polusi Asap Lintas Batas (THPA), dan siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan karhutla.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.