PERISTIWA
Pertukaran Posisi Tandyo dan Maruli Warnai Bursa Panglima TNI
Tandyo Budi Revita dan Maruli Simanjuntak bertukar posisi di TNI AD, mempengaruhi bursa calon Panglima TNI.
PANTAU24.com – Presiden Prabowo Subianto merombak susunan pimpinan TNI Angkatan Darat dengan menunjuk Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak. Sementara itu, Maruli bergeser ke posisi Wakil Panglima TNI yang sebelumnya dijabat Tandyo, dalam pelantikan yang berlangsung pada 15 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Pergantian ini menjadi bagian dari spekulasi terkait penggantian Panglima TNI.
Pengamat militer Beni Sukadis menilai pertukaran jabatan ini bisa diartikan sebagai indikasi adanya kesempatan bagi Tandyo menjadi Panglima TNI di masa depan. “Pertukaran jabatan Jenderal Maruli Simanjuntak menjadi Wakil Panglima TNI dan Letjen Tandyo Budi Revita sebagai KSAD dapat dibaca sebagai indikasi bahwa Tandyo berpeluang menjadi Panglima TNI karena diduga lebih mendapat kepercayaan Presiden Prabowo,” katanya kepada Liputan6.com, Jumat (16/10/2026).
Beni Sukadis juga menambahkan bahwa posisi KSAD memberikan peluang strategis bagi Tandyo untuk memperdalam pengalaman kepemimpinannya di matra darat dan membangun koordinasi dengan pimpinan matra lain. “Jabatan tersebut juga memberinya ruang untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan sebelum kemungkinan dipertimbangkan sebagai Panglima TNI,” ujarnya. Namun demikian, Beni menegaskan perubahan ini tidak secara otomatis menghilangkan peluang Maruli.
Pengamat militer lainnya, Khairul Fahmi, menyoroti pergantian ini sebagai bagian dari penataan dan transformasi dalam tubuh TNI yang telah berlangsung sejak tahun 2025. “Jadi, ada dimensi penataan kepemimpinan dan distribusi tanggung jawab strategis yang lebih luas,” jelas Khairul kepada Liputan6.com.
Perundangan juga memainkan peran penting. Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 menyatakan bahwa jabatan Panglima dapat diisi oleh perwira tinggi dari setiap angkatan yang pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan. Ini berarti Tandyo dan Maruli sama-sama memiliki peluang, meskipun Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono juga memenuhi syarat tersebut. Jabatan Panglima saat ini dipegang oleh Jenderal Agus Subiyanto dari Angkatan Darat, melanjutkan tradisi dualing matra dalam pengisian posisi tersebut, namun tanpa keharusan urutan tertentu.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login