Connect with us

PERISTIWA

Pemerintah Pantau Operasional Koperasi Desa Serentak Selama 8 Hari

Pemerintah mulai memantau operasional Koperasi Desa Merah Putih selama 8 hari untuk memastikan kesiapan infrastruktur distribusi pangan.

Published

on

PANTAU24.com – Pemerintah mulai melakukan pengawasan intensif terhadap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serentak mulai hari ini, Kamis (15/10). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, langkah ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur distribusi pangan di tingkat desa, dan akan berlangsung selama delapan hari pertama.

“Tanggal 15 (Oktober) ada monitoring serentak. Selama 8 hari ini akan ngecek terus, apa yang belum apa yang sudah,” ujar Zulkifli usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10). Pengecekan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, pemerintah daerah, dan unsur TNI.

Zulkifli menjelaskan, tugas telah dibagi dan koordinasi dilakukan dengan Panglima TNI atas arahan Presiden. “Wakil menteri kita sudah bagi tugas. Yang agak jauh, kita sudah berkirim surat ke Pak Panglima, nanti Pangdam juga ngecek. Kemudian gubernur ngecek, bupati ngecek,” jelasnya.

Tujuan utama pengawasan ini adalah mengidentifikasi kendala operasional sejak dini, seperti keterlambatan distribusi pupuk yang memerlukan intervensi langsung dari kepala daerah. Untuk mendukung program ini, pemerintah telah mendirikan posko pelaporan Koperasi Merah Putih yang akan memantau operasional pada bulan pertama, dipimpin oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Pemerintah menargetkan 35.000 koperasi desa dapat beroperasi penuh hingga akhir tahun ini. Saat ini, sebanyak hampir 29.000 koperasi siap beroperasi secara teknis, dengan sekitar 8.000 koperasi dalam tahap pelengkapan komoditas. Koperasi ini akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi seperti pupuk dan beras.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.