PERISTIWA
Batik sebagai Medium Ekspresi Modern dan Warisan Sakral
Batik berkembang menjadi medium ekspresi modern. Iwan Tirta kembangkan batik menjadi 45.000 motif.
PANTAU24.com – Batik, yang selama ini dikenal sebagai kain, busana, serta motif tradisional, kini semakin berkembang menjadi medium ekspresi modern. Salah satu jenama yang aktif dalam mengembangkan batik adalah Iwan Tirta. Brand ini menganggap batik sebagai warisan budaya yang harus dijaga, dan sekaligus sebagai medium untuk terus berkreasi.
Iwan Tirta telah mengemas batik dalam berbagai bentuk busana, tanpa melupakan warisan dari mendiang pendiri, Iwan Tirta. “Kami, brand Iwan Tirta, diberi tanggung jawab untuk bisa mengembangkan 14.000 motif yang diwariskan oleh Pak Irwan Tirta. Sekarang warisan tersebut kami kembangkan hingga menjadi 45.000 motif,” ungkap Rindu Melati Pradnyasasmita, Senior Brand Manager dan Head of Marketing Iwan Tirta Private Collection.
Seiring dengan perkembangan zaman, batik terus berinovasi dalam berbagai teknik seperti batik cap dan batik print. Menurut Rindu, inovasi ini sudah diprediksi oleh Iwan Tirta, yang dalam bukunya menyebutkan bahwa suatu hari batik print akan berkembang luas. “Hal yang tidak kami lupakan adalah batik itu sebagai motif, sebagai teknik, dan sebagai karya itu sendiri,” tambah Rindu.
Eksplorasi batik tidak hanya terbatas pada busana dan kain, tetapi juga pada berbagai produk lain, seperti interior dan perhiasan. “Batik itu sebagai motif, sebagai teknik, dan sebagai karya itu sendiri,” ujar Rindu, menekankan bahwa pentingnya memahami nilai dan konteks di balik motif batik, terutama yang bersifat sakral.
Dengan berkembangnya batik, diharapkan generasi muda dapat lebih berani mengenakannya. Rindu menyoroti bahwa meski ada rasa takut di kalangan anak muda saat mengenakan batik, ketakutan tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang untuk mengapresiasi batik. “Batik adalah ekspresi. Misal aku hari ini merasa pengin formal atau modern, aku akan pilih motif tertentu. Jadi menurut aku batik adalah ekspresi diri,” tutup Rindu.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login