PERISTIWA
Pria Pembawa Golok Saat Bubarkan Ibadah GKPI Minta Maaf
Pria berinisial A meminta maaf setelah videonya membawa golok viral saat membubarkan ibadah GKPI. Mediasi menghasilkan penyelesaian damai.
PANTAU24.com – Pria berinisial A, yang membawa golok saat membubarkan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, telah meminta maaf setelah videonya viral. Permintaan maaf tersebut diungkapkan A dalam mediasi antara pemuda, pengelola rumah ibadah, kepolisian, dan Pemkab Tangerang pada Minggu malam (20/9/2026).
Video permintaan maaf tersebut beredar luas di media sosial. Dalam video itu, pria tersebut didampingi oleh pihak-pihak terkait dan menyatakan, “Saya meminta maaf kepada pihak-pihak terkait. Apabila membuat resah, membuat takut. Jadi mohon dimaafkan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan yang digelar, Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pihak terkait bersepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar turut hadir dalam musyawarah tersebut.
Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan tersebut lebih lanjut. Todo Nainggolan sebagai perwakilan masyarakat mengapresiasi permohonan maaf dan berharap kerukunan antarumat beragama terus terjaga.
Kedua pihak menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan mengatasi persoalan melalui dialog.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login