Connect with us

PERISTIWA

Pramono Anung Dorong Penguatan Posyandu untuk Turunkan Stunting

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan penurunan stunting dari 17 persen menjadi 14 persen hingga 2028, mengandalkan peran Posyandu.

Published

on

PANTAU24.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan penurunan angka stunting di Jakarta dari 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Upaya ini didukung oleh peningkatan layanan Posyandu, termasuk penerapan Smart Posyandu yang telah mencapai 70 persen. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Pramono saat menghadiri acara Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” ujar Pramono.

Pramono menyoroti pentingnya peran Posyandu dalam strategi penurunan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, serta pendampingan keluarga. Posyandu dengan kadernya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengingatkan imunisasi, memberikan edukasi gizi, dan mendorong pemeriksaan kesehatan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” kata Pramono lebih lanjut. Ia juga menyoroti kontribusi Posyandu dalam penurunan jumlah RW kumuh dari 445 menjadi 211, yang dianggap sebagai prestasi luar biasa untuk kesehatan anak dan ibu.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat. Sebanyak 3.148 dari 4.469 Posyandu di Jakarta atau 70,44 persen telah menerapkan Smart Posyandu yang mendorong layanan lebih terintegrasi. “Smart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.