Connect with us

PERISTIWA

BMKG: Dentuman Misterius di Bandung Disebabkan Skyquake

BMKG menyebut fenomena skyquake sebagai penyebab dentuman misterius di Bandung. Penyebab pasti belum diketahui.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa suara dentuman misterius yang terjadi di wilayah Bandung Raya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari dikategorikan sebagai fenomena skyquake atau dentuman langit. Meskipun demikian, penyebab utamanya belum dapat dijelaskan secara pasti.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menyatakan pihaknya telah memeriksa seluruh instrumen pemantauan geofisika dan meteorologi. Peninjauan tersebut mencakup data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, dan anomali magnet bumi di waktu kejadian dentuman, yakni antara pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Kondisi cuaca di Bandung Raya saat dentuman terjadi dilaporkan relatif cerah tanpa adanya aktivitas gempa bumi lokal di area Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, atau sesar aktif lainnya. “Berdasarkan data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di wilayah tersebut,” ujar Teguh Suadi dalam konferensi pers daring pada Sabtu (5/9).

Fenomena serupa juga pernah tercatat di Bogor pada April 2020 lalu. Teguh menjelaskan bahwa biasanya dentuman di darat mungkin disebabkan oleh swarm earthquake atau gempa bumi kecil beruntun, seperti yang terdeteksi di gempa Cianjur tahun 2022. Namun, kali ini, instrumen seismik di Bandung tidak mencatat gelombang kegempaan.

Menariknya, citra satelit Himawari dan data dari stasiun magnet bumi di Serang dan Sukabumi menunjukkan gangguan anomali magnetik serta fenomena thunderstorm di sekitar Gunung Anak Krakatau. Meski aktivitas vulkanik di Krakatau terdeteksi, dentuman tidak terdengar di daerah lebih dekat seperti Banten, Jakarta, dan Bogor. BMKG mengusulkan adanya hipotesis bahwa skyquake mungkin dipicu oleh pelepasan gas metana dari dasar Danau Purba, area di mana Bandung Raya berada.

Fakta menarik dan bermanfaat

BMKG merencanakan koordinasi dan kajian lebih lanjut mengenai hipotesis ini bersama Badan Geologi dan PVMBG. Warga Bandung Raya diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap informasi palsu. Pengawasan atmosfir dan kegempaan akan terus dilakukan selama 24 jam.

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.