Connect with us

PERISTIWA

Bawaslu Kaji Wacana E-Voting Pemilu Indonesia

Bawaslu menyoroti wacana e-voting di Indonesia, menekankan perlunya kajian mendalam dan mempertimbangkan kondisi geografis sebelum diterapkan.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti wacana penerapan e-voting dalam Pemilu di Indonesia. Bawaslu mengingatkan bahwa sistem e-voting telah ditinggalkan di Jerman menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi negara itu pada tahun 2009 yang menyatakan bahwa e-voting tidak konstitusional. “Di Jerman itu e-voting itu sudah ditinggalkan, karena apa? Pengadilan Jerman itu tidak menggunakan lagi karena apa?,” kata anggota Bawaslu Totok Hariyono di Jawa Barat, Kamis (3/9).

Totok menekankan bahwa substansi demokrasi adalah keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses pemilu. Menurutnya, e-voting dapat menghalangi kontrol publik, terutama bagi mereka yang tidak memiliki keahlian teknologi informasi. “Substansi demokrasi itu kan setiap masyarakat harus mampu mengontrol. Orang yang enggak ahli IT pun harus bisa mengontrol itu,” ujarnya.

Anggota Bawaslu lainnya, Lolly Suhendi, menekankan perlunya kajian menyeluruh atas penerapan e-voting, termasuk memperhitungkan kondisi geografis Indonesia. Dia menyarankan agar penerapan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus, untuk menyesuaikan dengan berbagai kendala geografis yang ada.

Seiring dengan itu, anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos menilai bahwa e-voting dapat menjawab berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu, seperti tingginya biaya logistik dan potensi kesalahan dalam penghitungan suara. Betty mengingatkan bahwa kajian terhadap e-voting tidak hanya melibatkan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga kesiapan infrastruktur, keamanan siber, dan kepercayaan publik.

Betty menyebut evaluasi Pemilu 2024 menunjukkan tantangan seperti mahalnya biaya, lamanya rekapitulasi suara, dan keterbatasan akses bagi pemilih di luar negeri. Menurutnya, e-voting dapat memberikan solusi dengan proses yang lebih efisien, diantaranya mempercepat rekapitulasi, memperluas akses untuk pemilih di luar negeri, serta meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas melalui antarmuka yang lebih adaptif.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.