PERISTIWA
Kemenkes Laporkan 50.891 Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 50.891 kasus ISPA akibat asap karhutla di Juli-Agustus 2026, berdampak pada 7 provinsi.
PANTAU24.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa terdapat 50.891 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode Juli hingga Agustus 2026. Informasi ini disampaikan oleh Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, dalam konferensi pers daring pada Selasa (1/9) di Jakarta.
Jumlah kasus tersebut terdiri dari 38.291 kasus yang terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 12.600 kasus pada anak-anak usia 0-5 tahun. Selain itu, laporan surveilans pada 31 Agustus 2026 mencatat tambahan 451 kasus ISPA di hari tersebut.
Andi menambahkan bahwa peningkatan kasus ISPA akibat asap tidak hanya terbatas pada provinsi dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang tinggi. Ia menyebutkan bahwa Kalimantan Utara mengalami peningkatan kasus meskipun hampir tidak ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut, karena asap dapat bergerak dan mempengaruhi daerah sekitar.
Secara keseluruhan, Kemenkes mencatat bahwa fenomena ini telah berdampak pada 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota. Untuk menanggulangi dampaknya, Kemenkes melaksanakan upaya promotif dan preventif, termasuk pemantauan lapangan, pembagian masker, serta pengecekan ketersediaan obat-obatan dan oksigen di fasilitas kesehatan.
“Paling utama adalah pemantauan lapangan di lokasi terdampak karhutla termasuk pembagian masker, pengecekan kesediaan obat-obatan terutama itu juga, jadi kalau asma tentunya ada obat asma di puskesmas, di rumah sakit harus tersedia dan lain sebagainya, dan juga oksigen di fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Andi.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login