PERISTIWA
Perusahaan Global Beralih ke Tokenomics, Tinggalkan Model AI Mahal
Perusahaan global mulai beralih ke tokenomics, memilih model AI lebih murah untuk efisiensi biaya.
PANTAU24.com – Dunia korporasi global tengah mengalami perubahan signifikan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Semakin banyak perusahaan yang meninggalkan model AI mahal, beralih ke tokenomics, yakni strategi mengadopsi AI lebih terjangkau. Hal ini disebabkan oleh biaya operasional AI yang terus meningkat.
Fenomena ini, juga dikenal sebagai tokenomics, membuat perusahaan mulai mengadopsi model AI lebih murah, seperti model open-weight yang dikembangkan startup dari Tiongkok. Mike Saeks, Field Chief Technology Officer di Cursor, yang sedang diakuisisi oleh SpaceX senilai Rp930 triliun ($60 miliar), menyatakan bahwa penggunaan AI canggih untuk tugas rutin adalah pemborosan.
“Ini seperti mengendarai Lamborghini hanya untuk pergi ke toko kelontong membeli susu, padahal mobil itu dirancang untuk dipacu di lintasan balap,” ujar Saeks. Ia menasihati perusahaan untuk meningkatkan laba atas investasi (ROI) dari penggunaan AI mereka.
Perubahan ini juga bersifat geopolitik. Model AI dari AS seperti OpenAI dan Anthropic bersifat tertutup, sementara model dari Tiongkok lebih murah dan dapat disesuaikan. Beberapa startup Tiongkok seperti DeepSeek, MiniMax, dan Moonshot AI mulai banyak digunakan di AS, meski OpenAI dan Anthropic menuduh mereka meniru teknologi.
Teknologi global seperti Nvidia, Microsoft, dan Palantir bahkan mendukung model terbuka, meminta kebijakan tidak membatasi kompetisi. Misalnya, Cursor mengombinasikan model internal dengan Anthropic Opus 4.8 sehingga bisa menekan biaya hingga Rp20,7 juta (US$1.339), dari penggunaan penuh GPT-5.5 yang mencapai lebih dari Rp155 juta (US$10.000).
Strategi baru ini memicu reaksi dari OpenAI dan Anthropic yang meluncurkan model lebih efisien. Dalam situasi persaingan ini, Marty Kausas, CEO Pylon, menilai kondisi saat ini sebagai pertumpahan darah bagi loyalitas pelanggan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login