PERISTIWA
Aktivitas Wisata Labuan Bajo Kembali Normal Setelah Gempa M 7,7
Aktivitas wisata di Labuan Bajo normal kembali setelah gempa magnitudo 7,7. Akses ke Pelabuhan Marina dibuka, wisatawan aman.
PANTAU24.com – Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali normal setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa kondisi kawasan ini aman dan kondusif untuk dikunjungi kembali.
Akses pelayaran serta aktivitas di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sudah dibuka kembali sejak hari keempat setelah gempa, seperti yang disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring, Selasa (18/8/2026). “Aktivitas pariwisata secara umum berjalan normal, aman, dan kondusif. Akses pelayaran dan aktivitas ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah dibuka kembali,” ujar Berton.
Meski sebagian besar wisatawan dipastikan dalam kondisi aman, terdapat delapan tempat wisata yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa. Namun, kondisi ini tidak mengganggu aktivitas pariwisata secara umum di daerah tersebut. BNPB dan instansi terkait terus melakukan pendataan dan pemulihan di tengah penanganan dampak gempa di wilayah NTT lainnya.
BNPB mencatat hingga hari keempat pascagempa, sebanyak 40.040 warga masih mengungsi dan 11.925 rumah mengalami kerusakan. Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung dengan total 2.119 gempa, di mana magnitudo terbesar mencapai 6,2. Pola peluruhan gempa sampai saat ini belum terlihat jelas.
Labuan Bajo, yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dikenal sebagai destinasi wisata populer, terutama sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login