PERISTIWA
Helikopter Super Puma Terjatuh di Sungai Barito Saat Water Bombing
Helikopter Super Puma jatuh di Sungai Barito saat operasi water bombing karhutla, seluruh kru selamat.
PANTAU24.com – Helikopter Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM terjatuh di Sungai Barito di wilayah Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11). Kendaraan udara ini tengah melakukan operasi pengeboman air atau water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kejadian ini terungkap dari rekaman video amatir yang menunjukkan helikopter kehilangan kendali saat melakukan manuver setelah mengambil air menggunakan bambi bucket di sungai tersebut. Akibat insiden ini, helikopter tersebut membawa tiga kru yang seluruhnya dilaporkan dalam kondisi selamat.
Helikopter yang terdaftar di bawah kepemilikan swasta tersebut dikontrak oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk berbagai operasi penanggulangan bencana, termasuk pengeboman air guna memadamkan karhutla. Helikopter ini juga memiliki catatan rute penerbangan menjangkau wilayah seperti Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan, “Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang.” Dalam perkembangan terbaru, ketiga kru penerbangan, yaitu Michael John Betteridge asal Australia, Hugh Andrew John asal Selandia Baru, dan Yayan asal Indonesia, telah dievakuasi dengan selamat.
Sebelumnya, insiden serupa terjadi saat helikopter Mil-17 TNI AD jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang mengakibatkan tiga orang tewas.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login