PERISTIWA
Kemungkinan Perubahan Kebijakan Luar Negeri Trump Usai Kekalahan
Kekalahan Trump dalam pemilu paruh waktu AS membatasi kekuatannya di dalam negeri, tetapi dapat berbeda di luar negeri.
PANTAU24.com – Kekalahan Presiden Donald Trump dalam pemilu paruh waktu di Amerika Serikat membatasi kemampuannya untuk berstrategi dan mengambil tindakan di dalam negeri. Namun, di arena internasional, kemungkinan besar situasinya akan berbeda.
Sebagai Presiden AS dan panglima tertinggi angkatan bersenjatanya, Trump tetap memiliki wewenang luas untuk menggunakan kekuatan militer Amerika. Kehilangan kedua majelis Kongres AS memang mengurangi kapasitasnya untuk mengontrol kebijakan domestik, namun keputusannya di luar negeri mungkin tidak akan terlalu terpengaruh.
Tidak mudah untuk memprediksi tindakan dan perubahan kebijakan yang akan dilakukan oleh Trump. Kebijakan yang berubah-ubah telah menjadi senjata baginya sebagai presiden. Meski demikian, ada beberapa hal yang konsisten, salah satunya adalah pandangannya yang merendahkan mereka yang dianggapnya sebagai ‘pecundang’, serta tekadnya untuk tidak terlihat sebagai salah satu dari mereka.
Minggu-minggu menjelang pemilu paruh waktu diwarnai oleh peningkatan langkah militer AS dan pernyataan Trump yang seringkali bernada agresif, yang menambah spekulasi bahwa AS sedang bersiap untuk kembali berperang dengan Iran. Tepat sebelum pemilu, AS melakukan serangan bom terbatas di sebuah pulau Iran di Teluk.
Sementara itu, keterlibatan Trump dalam konflik Ukraina dan Rusia juga menjadi perhatian. Sebelum pemilu, dia mencabut sanksi terhadap Moskow untuk membeli diesel dari Rusia. Dia mungkin memutuskan untuk memperpanjang dan memperdalam pembebasan sanksi dengan harapan dapat meringankan tekanan ekonomi pada konsumen Amerika.
Diolah dari laporan BBC News.


You must be logged in to post a comment Login