PERISTIWA
Pertamina Alokasikan 75% Investasi untuk Bisnis Hulu Migas
Pertamina mengalokasikan 75% investasinya untuk sektor hulu migas, dukung target produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030.
PANTAU24.com – PT Pertamina (Persero) mengalokasikan hingga 75% dari total investasi modal kerja (capex) mereka pada sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2030. Alokasi ini juga bertujuan untuk menemukan cadangan baru dan mengurangi penurunan produksi secara alami.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa fokus investasi ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk meningkatkan produksi di sektor hulu. “Pertama-tama kita Pertamina mengalokasikan capex terbesar kita di hulu. Karena apa? Karena memang salah satu mandat yang diberikan oleh pemerintah adalah kita meningkatkan produksi hulu. Mungkin rekan-rekan sering mendengar juga target 1 juta barel di 2030. Jadi kita mengalokasikan sekitar 75% dari capex kita ke hulu,” ujarnya dalam acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di Denpasar, Bali.
Di wilayah Sumatra, salah satu proyek signifikan adalah pengembangan ekosistem minyak dan gas non-konvensional di Blok Rokan yang memiliki potensi minyak sebesar 11 miliar barel. Proyek ini memerlukan dukungan sekitar 50 vendor untuk menekan biaya produksi per sumur. “Untuk di Sumatra kita sedang membangun ekosistem untuk unconventional oil and gas di Rokan. Itu potensinya besar sekali, lebih dari 11 miliar barel,” jelas Oki.
Selain Blok Rokan, investasi di wilayah Sumatra juga diarahkan ke pengembangan proyek sumur Padang Pancuran di Wilayah Kerja Jambi Merang yang merupakan salah satu temuan terbesar Pertamina dengan potensi minyak mencapai 1 miliar barel. “Terus kemudian kalau kita lihat lagi di bawah di Sumatra salah satu discovery yang terbesar kita adalah di Padang Pancuran, itu di Jambi Merang,” tambah Oki.
Untuk wilayah Indonesia Timur, Pertamina memfokuskan kegiatan pada eksplorasi lapangan gas yang menjadi bagian dari Region 4 hulu domestik. Oki mengatakan, “Nah yang terbesar memang di Indonesia Timur. Di Indonesia Timur banyak sekali, jadi kalau misalnya kita bagi Pertamina itu di dalam negeri ada 4 region, di luar negeri ada 1 region internasional, region 4 itu memang full of exploration.”
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login