PERISTIWA
Harga Emas Dunia Turun, Minggu Depan Diprediksi Semakin Tertekan
Harga emas dunia diprediksi terus melemah akibat kenaikan harga energi dan ekspektasi suku bunga AS.
PANTAU24.com – Harga emas dunia diprediksi akan terus melemah pada perdagangan pekan depan. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan Federal Reserve (The Fed) mendatang. Pada Jumat (23/10), harga emas turun ke level terendah tiga bulan, dengan emas spot melemah 0,6% menjadi US$ 3.998,35 per ons pada pukul 11.20 EDT (15.20 GMT).
Harga emas spot mencatat penurunan 4% sepanjang pekan ini. Sebaliknya, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember berakhir 1,3% lebih rendah pada US$ 4.007,90 per ons. Kenaikan harga minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi dalam lima bulan akibat serangan Houthi di Arab Saudi, menambah kekhawatiran gangguan pasokan energi lanjutan.
Menurut Jim Wyckoff, seorang analis pasar dari American Gold Exchange, “Meningkatnya kekhawatiran inflasi menunjukkan bahwa bank sentral utama dunia tidak akan mampu melonggarkan kebijakan moneter secepat yang mereka inginkan. Semua itu saat ini merugikan para pelaku pasar emas dan perak.”
Kondisi pasar tertekan oleh aksi jual saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level terendah dalam lima minggu terakhir. Pasar menduga The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pada 27-28 Oktober, meskipun ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat hingga akhir tahun tetap ada.
Selain itu, pembelian emas di India meningkat selama festival Dussehra akibat harga yang lebih rendah, sementara permintaan emas fisik di China tetap stabil. Adapun harga logam mulia lainnya seperti perak turun 1% menjadi US$ 53,97 per ons, paladium turun 0,5% ke US$ 1.048,31 per ons, dan platinum melemah 0,9% menjadi US$ 1.555,84 per ons.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login