PERISTIWA
Pemerintah Siapkan 28 Lokasi untuk PLTN di Indonesia
Pemerintah targetkan pengoperasian PLTN hingga 7 GW pada 2040, 28 lokasi sudah disiapkan.
PANTAU24.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan 28 lokasi tapak untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang menargetkan pengoperasian PLTN guna mendukung suplai listrik nasional.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk memperkuat perencanaan energi nuklir nasional. “Ini… itu kan ada 28 tapak yang sudah disiapkan tempo hari, ini ada beberapa tambahan tapak lagi yang akan kita segera inikan,” katanya.
Dalam penjelasannya, Yuliot menambahkan bahwa pihak pemerintah menargetkan agar Indonesia paling tidak memiliki PLTN dengan kapasitas 500 Mega Watt (MW) yang terhubung ke jaringan listrik pada 2032-2034. Mengingat masa konstruksi PLTN yang memakan waktu 7 hingga 10 tahun, persiapan tapak sejak dini menjadi penting. “Kalau ini tahun 2034, ya dari sekarang ya kita juga sudah harus menyiapkan ini tapak untuk PLTN itu sendiri,” ujarnya.
Pembangunan PLTN dinilai esensial untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, terutama di beberapa daerah dengan potensi penggunaan yang besar yang tidak dapat sepenuhnya dipasok melalui energi baru terbarukan. Yuliot juga menyoroti bahwa negara-negara seperti Prancis mendapatkan pasokan listrik yang signifikan dari PLTN.
Sebelumnya, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan survei tapak di berbagai wilayah berdasarkan kondisi geologi untuk menentukan lokasi PLTN yang cocok. Rencana awal PLTN akan dilaksanakan di daerah Sumatra dan Kalimantan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login