PERISTIWA
Menteri Klaim Hujan Turun di Beberapa Kabupaten, Berikut Datanya
Mensesneg Prasetyo Hadi klaim hujan turun di beberapa kabupaten berkat operasi modifikasi cuaca untuk tangani karhutla.
PANTAU24.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa hujan telah turun di beberapa kabupaten sebagai hasil dari upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Metode yang digunakan termasuk penggunaan dry ice dan pencampuran NaCl untuk memecah asap serta memicu pembentukan awan hujan.
Dalam pernyataannya melalui pesan singkat pada Selasa (20/10/2026), Prasetyo menyatakan, “Alhamdulillah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan.” Ia menegaskan pemerintah terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran baik dari darat maupun udara. Operasi darat melibatkan unsur aparat dan masyarakat tanpa mengenal waktu, sementara peralatan udara juga sudah dikerahkan.
Karakteristik lahan gambut yang berbeda dengan tanah mineral menjadikan pemadaman lebih kompleks. Namun, penegakan hukum tetap dilakukan dengan pemberian sanksi berat hingga pencabutan izin terhadap perusahaan yang terlibat karhutla. “Edukasi terus menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu ada faktor manusianya. OMC terus dilakukan termasuk dengan metode baru dry ice,” tutur Prasetyo.
Berikut ini adalah beberapa pembaruan terkini terkait penanganan karhutla hingga 20 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB: 1) Di Sumatera Selatan, semai bahan untuk OMC dan dry ice sejak 16 Oktober menunjukkan hasil positif dengan penurunan PM 2.5 dan peningkatan jarak pandang. 2) Di Kalimantan Tengah, bahan semai NaCl sejak 26 Agustus menghasilkan hujan dengan volume 67,45 juta meter persegi di beberapa kabupaten. 3) Di Kalimantan Selatan sejak 10 Oktober, hujan turun dengan volume total mencapai 222,67 juta meter persegi selama OMC. 4) Di Kalimantan Barat sejak 22 Agustus, volume curah hujan mencapai 471,2 juta meter persegi dengan laporan hujan di berbagai kabupaten pada 19 Oktober 2026.
Data tersebut menunjukkan progres penanganan karhutla di wilayah-wilayah terdampak dengan dukungan teknologi dan koordinasi intensif dari berbagai pihak terkait.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login