Connect with us

PERISTIWA

Kepala BNPB Soroti Kesehatan Petugas Pemadam Karhutla

Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyoroti pentingnya kesehatan petugas pemadam karhutla dengan pemeriksaan medis berkala.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan keselamatan para petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemeriksaan kesehatan berkala, seperti rontgen paru-paru, diusulkan Kepala BNPB Kristomei Sianturi untuk memastikan perlindungan optimal bagi petugas.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, Kristomei Sianturi menekankan perlunya tindakan nyata untuk melindungi kesehatan petugas yang terdampak paparan asap selama pemadaman. “Kalau perlu, rontgen paru-parunya itu. Kasihan juga dia,” ucapnya dalam rapat koordinasi di Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala BNPB juga mengusulkan pembentukan posko operasi kolaboratif berdasarkan klaster wilayah titik panas (hotspot) untuk penanganan yang lebih efektif di lapangan. Setiap posko diharuskan memiliki peta tugas yang jelas, jumlah personel yang memadai, dan alutsista yang siap digunakan. Akuntabilitas dan kejujuran data di posko lapangan ditegaskan agar sesuai dengan jumlah personel yang melaporkan tugasnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan dan BNPB hingga awal Oktober, kabut asap karhutla mengakibatkan ratusan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan 324 kasus luka berat, 23 luka ringan, dan empat kematian. Beberapa korban yang meninggal dunia meliputi Hardiansyah, pengemudi ojek online di Palembang; Lisna, guru dari Banjarmasin; dan Fikri alias Kelik dari Ogan Komering Ilir yang meninggal saat berupaya memadamkan api.

Empat korban juga dilaporkan meninggal dalam karhutla di Gunung Bromo, termasuk relawan dan petugas TNBTS. Korban luka serius dirujuk ke RSUD dr Soetomo untuk perawatan lebih lanjut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.