PERISTIWA
Tantangan Pasar, Ketum BPP HIPMI Dorong Optimisme Pelaku Usaha
Ketum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo dorong pelaku usaha tetap optimistis meski IHSG mengalami penurunan, fokus pada kekuatan sektor riil Indonesia.
PANTAU24.com – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Ketum BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tetap optimistis meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Jona menekankan bahwa gejolak saham tidak seharusnya diartikan sebagai akhir dari prospek perekonomian Indonesia.
Menurut Jona, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, potensi pasar yang besar, serta kekuatan sektor riil yang harus dipertahankan. “IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari,” ujar Jona, dalam keterangan tertulisnya.
Jona menjelaskan bahwa dinamika pasar modal adalah bagian dari mekanisme ekonomi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan global dan sentimen investor. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam kepanikan yang justru bisa memperburuk situasi.
BPP HIPMI, sebagaimana disampaikan Jona, mendukung langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar dan memperkuat kepercayaan investor. “Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan adalah memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha,” tambah Jona.
Jona menekankan bahwa kondisi perekonomian Indonesia lebih dari sekadar pergerakan angka di bursa saham. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), aktivitas industri, perdagangan, serta investasi produktif merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. BPP HIPMI mendorong penguatan fundamental ekonomi, peningkatan transparansi pasar modal, serta reformasi yang mendukung daya saing dan investasi Indonesia.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login