Connect with us

PERISTIWA

DPR Desak Usut Tuntas Dugaan Pelecehan di Unpas

DPR desak pengusutan tuntas dan perlindungan bagi korban dalam dugaan pelecehan seksual di Unpas.

Published

on

PANTAU24.com – Sebanyak 13 mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pasundan (Unpas), Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sejumlah dosen. Pada Kamis (14/10/2026), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak pengusutan kasus ini dilakukan secara menyeluruh dan objektif dengan menjamin perlindungan bagi para korban dan saksi.

Lalu Irfani menegaskan bahwa penanganan kasus harus dilakukan tanpa tebang pilih. “Siapa pun yang terlibat harus diperiksa secara objektif. Jangan ada tebang pilih dan jangan ada upaya melindungi terduga pelaku, siapa pun orangnya dan apa pun jabatannya. Penanganan kasus ini harus berpihak pada keadilan dan memastikan korban mendapatkan perlindungan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Ia menilai pihak kampus wajib memberikan sanksi administratif apabila kekerasan seksual terbukti terjadi, termasuk hingga pemberhentian dosen pelaku. Selain itu, proses hukum pidana harus diupayakan sesuai aturan jika terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Lalu juga mendesak agar Universitas Pasundan memberikan pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta memastikan adanya mekanisme pengaduan yang aman. “Identitas dan privasi korban harus dijaga, dan saksi perlu mendapatkan jaminan keamanan selama pemeriksaan berlangsung,” tambahnya.

Pihak universitas sebelumnya telah membentuk tim investigasi melibatkan sivitas akademika untuk menyelidiki dugaan kekerasan itu. Wakil Rektor I Unpas, Cartono, menyatakan universitas serius menangani kasus ini. “Kami akan menyelesaikan karena ini sesuatu yang sangat fundamental untuk diselesaikan yang terkait dengan apa kekerasan, pelecehan seksual di perguruan tinggi,” ucap Cartono di Bandung.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.