Connect with us

PERISTIWA

Pentingnya Kesehatan Ternak dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan harus dimulai dari kesehatan ternak. Pengelolaan lingkungan dan nutrisi yang tepat sangat esensial.

Published

on

PANTAU24.com – Ketahanan pangan sering diukur dari hasil akhir produksi seperti jumlah daging, telur, dan populasi ternak yang tersedia. Namun, ukuran tersebut belum menyentuh fondasi biologis produksi pangan. Sebelum menghasilkan pangan, ternak harus mampu mempertahankan kesehatan, beradaptasi dengan lingkungan, melawan infeksi, dan mengonversi nutrien secara efisien.

Urgensi tersebut semakin terasa pada tahun 2026. Menurut catatan BMKG pada 6 Oktober, kondisi kering mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia dengan 1.869 titik masuk kategori hari tanpa hujan ekstrem panjang. Kementerian Pertanian memperingatkan bahwa peningkatan suhu lingkungan selama musim kemarau dapat memicu heat stress pada ayam. Konsumsi pakan berkurang, pertumbuhan terganggu, produksi telur menurun, dan kesehatan ternak melemah akibat kondisi tersebut.

Heat stress memberikan tekanan sistemis pada tubuh ternak. Ketika ayam harus membuang panas melalui rapid panting, energi yang seharusnya untuk pertumbuhan dialihkan untuk mempertahankan homeostasis. Jika berlangsung lama, stres ini meningkatkan reactive oxygen species, memicu stres oksidatif, inflamasi, dan merusak jaringan, sehingga menurunkan produktivitas.

Pada situasi tersebut, farmakologi veteriner harus melampaui pendekatan kuratif semata. Sementara terapi tetap diperlukan, masa depan kesehatan hewan menuntut kemampuan mengidentifikasi risiko, menjaga keseimbangan fisiologis, dan mencegah gangguan menjadi penyakit. Di sinilah imunonutrisi penting, yang memanfaatkan nutrisi dan senyawa bioaktif untuk mendukung fungsi imun dan menjaga keseimbangan redoks dalam tubuh ternak.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian tepung biji mahoni dapat meningkatkan performa dan efisiensi pakan ayam broiler yang mengalami stres panas. Dukungan pada kesehatan ternak melalui manajemen lingkungan, biosekuriti, dan nutrisi yang tepat dapat menekan penggunaan antibiotik yang tidak perlu, berkontribusi pada ketahanan pangan secara keseluruhan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.