Connect with us

PERISTIWA

AS Pertimbangkan Gabung dengan Arab Saudi dalam Konflik Yaman

AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi melawan Houthi di Yaman, pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Trump.

Published

on

PANTAU24.com – Timur Tengah makin memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan ini disampaikan setelah serangan mematikan oleh Houthi yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya pada Sabtu.

Menurut laporan, serangan tersebut merupakan serangan mematikan kedua yang menargetkan bandara Riyadh dalam satu minggu. Pada serangan sebelumnya, tiga warga Arab Saudi, termasuk seorang pilot, tewas. “Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan meninjaunya,” ujar Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih ketika ditanya mengenai dukungan AS terhadap Arab Saudi.

Dua pejabat pemerintah Arab Saudi dilaporkan meminta dukungan pertahanan mendesak dari AS setelah serangan tersebut. Mereka mengatakan bahwa intervensi AS dibutuhkan “sesegera mungkin” untuk mendukung koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman melawan Houthi. Namun, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai permintaan itu.

Juru bicara Koalisi Pimpinan Arab Saudi di Yaman, Kolonel Turki Al-Maliki, menyebutkan bahwa serangan oleh Houthi dianggap sebagai “kejahatan perang”. Al-Maliki menegaskan bahwa tanggapan koalisi akan dilakukan sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional.

Bulan lalu, pemerintahan Trump menyetujui potensi penjualan pesawat tempur F-35 senilai US$ 24,3 miliar ke Arab Saudi. Penjualan ini sedang ditinjau oleh Kongres. Selain itu, kelompok Houthi mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan untuk menghindari bandara di Arab Saudi, kecuali di Mekkah dan Madinah, karena dianggap area rentan serangan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.