PERISTIWA
Trump Imbau Ukraina Pilih Presiden Baru Setelah Kritik Zelensky
Donald Trump meminta Ukraina mencari pemimpin baru setelah kritik keras dari Presiden Zelensky mengenai kesepakatan pasokan diesel antara AS dan Rusia.
PANTAU24.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan pergantian kepemimpinan di Ukraina setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik kesepakatan pasokan diesel antara AS dan Rusia. Trump menyatakan hal tersebut di hadapan media di luar Gedung Putih, menanggapi kritik Zelensky bahwa kesepakatan tersebut menguntungkan Rusia dan dapat menyokong perang melawan Ukraina.
Zelensky menilai bahwa kesepakatan untuk merilis jutaan ton diesel Rusia ke pasar AS adalah ‘hadiah’ bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, karena memberikan dana segar untuk melanjutkan operasi militer Moskow. Trump, sebaliknya, melihat bahwa serangan terhadap kilang minyak Rusia oleh Ukraina dapat menyebabkan masalah global.
‘Dia sebaiknya segera menghentikannya,’ ujar Trump, menambahkan agar Ukraina ‘mendapatkan pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan.’
Kondisi pasokan bahan bakar global, terutama diesel, mengalami penurunan akibat perang AS dan Israel melawan Iran, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Situasi ini diperparah oleh serangan balasan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi, yang memperbesar tekanan pada pasar energi dunia.
Kesepakatan dengan Rusia, yang mencakup penangguhan sanksi hingga 7 April mendatang, akan memasukkan tahap awal 300.000 ton diesel ke pasar AS dan global, dengan potensi pengiriman lanjutan hingga jutaan ton. Sementara itu, utusan Kremlin Kirill Dmitriev menyebut pernyataan Trump sebagai momen ‘ikonik dan bersejarah’, mengisyaratkan kebutuhan akan kepemimpinan baru di Ukraina yang berfokus pada perdamaian.
Penghentian sanksi ini dikhawatirkan memberikan keuntungan finansial bagi Rusia untuk melanjutkan konflik, meski perhatian tengah tertuju pada paket sanksi baru yang akan diterapkan Uni Eropa. Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Zelensky telah sepakat bahwa Rusia harus segera menghentikan serangan energi di Laut Hitam.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login