PERISTIWA
OJK Tegaskan Pentingnya Transformasi Digital Keuangan
OJK menekankan transformasi digital di sektor keuangan untuk mendukung produktivitas dan manfaat ekonomi yang nyata.
PANTAU24.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa transformasi digital di sektor keuangan harus diarahkan untuk menjadi mesin produktivitas yang memperluas akses pembiayaan dan memberikan dampak nyata bagi sektor riil serta masyarakat luas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, di Jakarta.
Adi Budiarso menekankan bahwa masa depan sektor jasa keuangan sangat dipengaruhi oleh kecepatan inovasi serta kemampuan untuk menjaga stabilitas, keamanan, tata kelola, pelindungan konsumen, dan manfaat ekonomi. Industri perbankan Indonesia menghadapi tantangan kompleks menjelang 2027, dengan pertumbuhan kredit tahunan yang mencapai 13,65 persen per Agustus 2026, permodalan sebesar 24,1 persen, dan rasio kredit bermasalah (NPL) 2,11 persen.
Di tengah tantangan seperti perkembangan teknologi, ancaman siber, perubahan regulasi, ketidakpastian makroekonomi, tuntutan ESG, dan kesenjangan talenta, Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional untuk membahas strategi menghadapi perubahan industri.
Ketua IKA USU Jakarta, Tujuh Martogi Siahaan menyatakan bahwa tantangan perbankan saat ini tidak lagi muncul satu per satu tetapi secara bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengantisipasi perubahan tersebut dan bukan sekadar beradaptasi.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menambahkan bahwa transformasi digital harus berdampak nyata pada ekonomi. BTN telah melakukan berbagai inisiatif transformasi proses untuk meningkatkan efisiensi dan tata kelola yang lebih baik.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login