PERISTIWA
Tenun Ikat Tanimbar Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Ambon
Tenun ikat Tanimbar dari Desa Tawiri, Ambon, berperan penting dalam meningkatkan ekonomi lokal dengan kerajinan tradisional.
PANTAU24.com – Warga Desa Tawiri di Ambon terlibat dalam pembuatan kain ikat Tanimbar yang menggunakan pewarna alami, sebuah tradisi yang menjadi sumber penghasilan dan memberdayakan masyarakat lokal. Aktivitas tersebut dilakukan oleh Kelompok Tenun Ikat Mawar pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kehadiran kelompok ini memberikan dampak positif bagi ekonomi desa, dengan setiap anggota kelompok mampu memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp3 juta per bulan. Hal ini menjadi dorongan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Seorang warga Desa Tawiri mengerjakan kain ikat Tanimbar menggunakan teknik tradisional. Kain-kain tersebut diproduksi dengan perawatan material dan pewarna alami, serta diolah menjadi berbagai aksesori berbahan tenun.
Tanpa meninggalkan kearifan lokal, produksi kain ikat ini tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga melestarikan budaya tradisional yang kaya. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin menyajikan dokumentasi kegiatan ini.
Kain ikat Tanimbar yang dihasilkan dari desa ini menawarkan peluang ekonomi sekaligus ajang melestarikan tradisi, dengan harapan dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login