Connect with us

PERISTIWA

MRT Menghidupkan Dukuh Atas dari Titik Transit ke Destinasi

Pengembangan MRT di Dukuh Atas melalui konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadikan area ini tidak sekadar titik transit, melainkan destinasi.

Published

on

PANTAU24.com – Dukuh Atas di Jakarta dikenal sebagai simpul mobilitas penting dengan arus manusia yang terus bergerak setiap hari. Banyak orang berganti moda transportasi di sini, baik dari MRT, KRL, maupun TransJakarta. Namun, tak hanya berhenti sebagai tempat transit, kawasan ini kini dikembangkan untuk menjadi destinasi melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

Usaha ini dilakukan oleh PT MRT Jakarta dengan tujuan agar masyarakat tidak hanya sekadar singgah, tetapi juga berhenti lebih lama dan terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. M Iqbal Bimo Arifianto, Division Head Property Management PT MRT Jakarta (Perseroda), menuturkan bahwa transportasi tidak hanya sebatas keberadaan stasiun, tetapi juga melibatkan bagaimana masyarakat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir mereka.

“MRT Jakarta hadir sebagai katalisator regenerasi perkotaan, membuat kota itu menjadi hidup. Jadi, kita tidak hanya membawa masyarakat menuju satu poin ke satu poin, tapi juga ikut mendorong bagaimana kawasan tersebut tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan kota,” kata Bimo, dalam acara Workshop MRT Fellowship 2026 di JB Tower, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Sebelumnya, Blok M telah berhasil dikembangkan dengan karakter lifestyle, komersial, dan komunitas. Namun, pengembangan Dukuh Atas yang ber-DNA sebagai simpul mobilitas, tidak bisa meniru sepenuhnya strategi tersebut. Salah satu upaya pengembangan adalah melalui Transport Hub Dukuh Atas, yang diharapkan menjadi ruang dengan berbagai aktivitas di kawasan transit tersebut.

Awalnya, kawasan ini dikenal sebagai Pasar Blora, namun setelah tujuh tahun pembangunan, ia berubah menjadi bangunan mixed-use 12 lantai dengan hotel, gym, area perkantoran, hingga universitas. “Lalu juga ada food court yang saat ini juga cukup ramai,” imbuh Bimo, menambahkan bahwa fasilitas tambahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung berdasarkan survei Know Your Customer (KYC).

Diolah dari laporan Detik – Finance.

Fakta menarik dan bermanfaat
⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.