Connect with us

PERISTIWA

Rasionalitas dalam Penggunaan Terapi Sel Punca di Indonesia

Terapi sel punca menjanjikan untuk pengobatan di bidang medis, namun butuh rasionalitas dan verifikasi lebih lanjut dalam penggunaannya.

Published

on

PANTAU24.com – Terapi sel punca kini kian populer di dunia medis dan dianggap sebagai metode ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit. Banyak rumah sakit dan klinik menawarkan terapi ini untuk pengobatan penyakit berat maupun kosmetik. Namun, sebenarnya terapi ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

Situs Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa ada 21 rumah sakit di Indonesia yang menyediakan layanan penelitian berbasis sel punca. Delapan rumah sakit berada di Jakarta, dua di Depok, dan sisanya tersebar di Medan, Palembang, Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Denpasar, dan Makassar. Kemenkes juga mengizinkan 15 laboratorium pengolah sel punca dan empat bank sel punca beroperasi.

Namun, kenyataannya, banyak klinik sel punca yang beroperasi, termasuk yang belum berizin. Di Jakarta, beberapa klinik bahkan mengklaim sebagai yang terbaik meski belum legal. Kehebohan publik sempat terjadi ketika seorang akademisi kedokteran hewan membuka klinik ilegal yang kemudian viral. Seorang praktisi kedokteran saraf juga memanfaatkan ketenaran media sosial untuk menawarkan terapi serupa dengan harga tinggi. Kasus ini menyoroti bagaimana terapi, meski menjanjikan, telah salah digunakan akibat harapan tinggi dari masyarakat.

Terapi sel punca memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sel punca dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel dan memiliki kemampuan regeneratif luar biasa. Terapi ini mengambil sel punca dari donor atau pasien, memprosesnya, dan menyuntikkannya ke bagian tubuh yang rusak dengan tujuan mengganti dan meregenerasi jaringan.

Meskipun menjanjikan, harus ada batasan dalam penerapan terapi sel punca. Kemajuan medis tetap mengharuskan kita untuk menjaga kesehatan dengan cara konvensional seperti nutrisi sehat, olahraga, dan manajemen stres. Riset dan verifikasi lebih lanjut diperlukan sebelum terapi ini diterapkan secara luas.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.