PERISTIWA
Cuaca Buruk Landa Thailand dan Myanmar, Korban Jiwa Delapan Orang
Hujan deras dan cuaca buruk di Thailand dan Myanmar menyebabkan banjir dan tanah longsor serta menewaskan setidaknya delapan orang.
PANTAU24.com – Hujan deras yang melanda Thailand dan Myanmar sejak pertengahan September telah menewaskan sedikitnya delapan orang di kedua negara. Di Thailand, delapan korban jiwa dilaporkan berada di tiga provinsi bagian timur sejak 16 September. Banjir dan cuaca ekstrem juga telah mempengaruhi lebih dari 500.000 rumah tangga atau sekitar 1,7 juta orang di 27 provinsi.
Kementerian Dalam Negeri Thailand menyatakan lebih dari 80.000 warga di Bangkok tidak dapat meninggalkan rumah akibat genangan banjir. Pemerintah mengimbau warga untuk bekerja dari rumah, mengakibatkan jalan dan transportasi umum menjadi sepi. Hingga Senin, beberapa warga Bangkok masih harus berjalan menerobos genangan air setinggi paha.
Dalam kejadian terkait, hujan lebat juga menimbulkan banjir dan tanah longsor di wilayah Tanintharyi, Myanmar selatan, yang telah menewaskan delapan orang. Hein Htet dari kelompok relawan People’s Administration Team menyatakan hingga 30 orang masih dinyatakan hilang di wilayah Launglon.
Hujan yang terus mengguyur menyebabkan beberapa daerah masih berada di zona berbahaya, menyulitkan upaya penyelamatan di Myanmar karena konflik yang sedang berlangsung mempengaruhi penyaluran bantuan. September memang dikenal sebagai puncak musim hujan di Thailand, di mana banjir tahun ini dianggap lebih parah oleh sejumlah warga Bangkok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menyatakan bahwa pengeringan air dapat memakan waktu hingga satu minggu, sementara ribuan warga telah dipindahkan ke tempat pengungsian. Juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises mengonfirmasi bahwa meski ketinggian air menurun, beberapa wilayah Bangkok masih menghadapi risiko banjir tinggi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login