Connect with us

PERISTIWA

SPPG Batang Ditegur akibat Keracunan, SPPG Tulungagung Dihentikan

BGN menegur SPPG Batang dan menghentikan sementara SPPG Tulungagung terkait kasus keracunan.

Published

on

PANTAU24.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegur pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terkait dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyebab potensial insiden ini diduga berasal dari mekanisme pengolahan pangan yang tidak sesuai standar. Sementara itu, operasional SPPG di Tanjungsari 1, Tulungagung, Jawa Timur dihentikan sementara menyusul gangguan pencernaan yang dialami 198 siswa dan guru di SMKN 1 Boyolangu.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, menyatakan pengawasan pelaksanaan MBG seharusnya melibatkan pemerintah daerah serta TNI dan Polri sesuai kewenangan masing-masing. “Semua berhak mengawasi, bukan hanya dari BGN saja. Pemda, bupati, dan jajaran dapat ikut membantu mengawasi,” ujarnya di Batang pada Sabtu (26/9), dikutip dari Antara. Ia juga mengingatkan agar makanan MBG tidak dibawa pulang oleh penerima manfaat karena makanan tersebut memiliki batas waktu konsumsi yang harus diindahkan.

Menurut Trenggono, diperlukan pengawasan ketat terhadap tahap pengolahan, distribusi, hingga konsumsi pangan agar aman dikonsumsi penerima manfaat. Tindakan ini, lanjutnya, mencegah potensi keracunan serupa terulang. Ia juga mengkritik metode pengolahan oleh SPPG Bawang yang memasak telur sejak malam dan baru melanjutkan proses pada pagi hari.

Di Tulungagung, BGN mengambil langkah untuk menghentikan operasional SPPG selama 20 hari sambil mengevaluasi dan memperbaiki standar operasional prosedur. Habibi, Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, mengonfirmasi bahwa selama masa evaluasi tidak ada aktivitas produksi maupun distribusi MBG. “Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan,” katanya.

BGN juga melakukan evaluasi terhadap dapur SPPG Tanjungsari 1 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan makanan. Salah satu aspek yang ditinjau adalah fokus pada komposisi menu, yang saat itu terdiri dari ayam bakar, sambal, dan buah anggur. Menurut Habibi, kombinasi menu ini berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.