Connect with us

PERISTIWA

Pemkab Batang Selidiki Dugaan Pelanggaran SOP SPPG Penyebab Keracunan

Pemkab Batang temukan dugaan pelanggaran SOP SPPG Bela Batang Sejahtera yang diduga sebabkan 411 orang keracunan.

Published

on

PANTAU24.com – Pemerintah Kabupaten Batang mengidentifikasi dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh SPPG Bela Batang Sejahtera yang menyebabkan 411 warga Kecamatan Bawang mengalami keracunan. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan audit pada SPPG tersebut.

Bupati Faiz menegaskan perlunya evaluasi untuk memastikan semua proses penyediaan makanan MBG sesuai standar demi mencegah kejadian serupa. “Langkah evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan MBG berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan kejadian serupa,” ujar Faiz saat meninjau SPPG tersebut pada Kamis (24/9).

Faiz juga menjelaskan bahwa proses memasak makanan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB, sedangkan pemorsian selesai sekitar pukul 09.00 WIB dan distribusi makanan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Saat ini, penyebab pasti keracunan tengah diperiksa di laboratorium dan diinvestigasi oleh tim kesehatan. Selain itu, beberapa kondisi bangunan dapur SPPG dinilai tidak sesuai standar.

Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, menambahkan bahwa pihaknya telah memulai investigasi awal terhadap kasus ini, termasuk pengecekan bangunan dapur dan pemeriksaan rekaman CCTV. “Kami juga melakukan investigasi awal. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan satgas, terutama Dinkes, yang melakukan uji sampel makanan,” tambahnya.

Dari pengamatan CCTV, ditemukan bahwa proses pengolahan makanan dimulai lebih awal dari SOP yang telah ditentukan. Menurut Hadiriajaya, korban keracunan tidak hanya dari penerima manfaat MBG, tetapi juga balita dan dewasa, mengindikasikan kemungkinan MBG dibawa pulang oleh siswa.

Fakta menarik dan bermanfaat

Pemkab Batang menanggung biaya perawatan korban, memberikan fasilitas kesehatan dan bantuan bagi keluarga korban selama mereka mendampingi anggota keluarganya yang sakit. Bupati Faiz menegaskan, “Semua tenaga medis dan ambulans kita standby untuk mengantisipasi kalau ada pasien susulan.”

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.