Bolmong
Investor Jepang Lirik Kakao Bolmong, Bupati Yusra: Saatnya Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah Daerah
PANTAU24.COM – Minat dua perusahaan asal Jepang, Y2 Blend LLC dan Shikoku, untuk menanamkan investasi di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) disambut antusias oleh para kepala daerah, termasuk Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi.
Bupati Yusra menilai ketertarikan investor Jepang terhadap komoditas kakao menjadi bukti bahwa hasil perkebunan Bolmong memiliki daya saing di pasar global. Ia menyebut, kakao asal Bolmong memiliki kualitas unggul dan berpotensi besar dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi jika didukung investasi di sektor hilir.
“Kehadiran investor ini merupakan peluang emas. Dengan dukungan teknologi modern dan kerja sama berkelanjutan, nilai ekonomi kakao dapat meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi petani,” ujar Yusra.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat iklim investasi yang ramah dan transparan.
“Kami ingin kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong berdirinya industri pengolahan di daerah. Tujuannya agar dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sektor perkebunan kakao di Kabupaten Bolaang Mongondow terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, sepanjang semester II tahun 2024, produksi kakao rakyat mencapai 3.879,21 ton biji kering, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 3.866 ton.
Luas lahan juga mengalami kenaikan dari 5.799 hektare pada 2023 menjadi 5.905,31 hektare pada 2024, disertai peningkatan jumlah rumah tangga petani dari 6.720 menjadi 6.745. Produktivitas pun membaik, dengan hasil panen rata-rata 872,71 kilogram per hektare.
Kecamatan Lolayan tercatat sebagai wilayah dengan areal tanam terluas, mencapai 1.552,43 hektare dengan produksi 903,51 ton, disusul Dumoga Timur dengan 429,85 ton.
Peningkatan hasil ini tidak terlepas dari berbagai program pembinaan dan pelatihan yang digelar pemerintah daerah.
“Kita terus memperkuat pendampingan bagi petani, termasuk peremajaan tanaman dan pengendalian hama terpadu. Kakao tetap menjadi komoditas unggulan Bolmong,” kata Yusra.
Dengan capaian tersebut dan adanya ketertarikan dari investor Jepang, Yusra menilai saat ini merupakan momentum penting bagi Bolmong untuk naik kelas dari sekadar daerah penghasil biji kakao menjadi pusat industri pengolahan kakao di kawasan timur Indonesia.
“Ini waktu yang tepat bagi kita memperkuat hilirisasi dan membangun ekonomi daerah berbasis potensi lokal,” tutupnya.




You must be logged in to post a comment Login